Memang benar, kesehatan itu nomor satu. Gegara si kecil demam, acara bepergian jadi batal. Itu yang terjadi sama saya sekeluarga.


Awalnya, saya dan suami mempersiapkan diri untuk liburan ke Jogja dan lanjut ke Bogor dengan naik mobil pribadi. Jauh memang. Tapi kami memperhitungkan biaya yang dikeluarkan, naik mobil pribadi dari Surabaya ke Bogor jauh lebih murah dibandingkan dengan naik kendaraan umum seperti kereta, apalagi pesawat. Ditambah lagi, kami bisa mampir ke Jogja dulu untuk merayakan Natal.


Menjelang berangkat pada 22 Desember pagi, Mita masih demam. Ditambah, Gita ikutan demam juga. Kami menunda kepergian jadi tanggal 23 Desember.

Saya membawa Mita dan Gita ke dokter untuk mendapatkan obat.
Keesokan pagi Mita sudah sembuh dari demam. Sedangkan Gita masih demam. Tapi kami tetap pada rencana yaitu pergi ke Jogja karena melihat kondisi Gita masih memungkinkan untuk pergi. Dokter mengatakan, tidak masalah untuk pergi asalkan obat tetap dibawa dan jangan lupa istirahat.


Namanya anak-anak ya. Kalau diajak pergi bawaannya lari sana lari sini. Apalagi, begitu tahu hotel tempat kami menginap di Jogja ada kolam renangnya, anak-anak langsung nyebur. Padahal, saat itu Gita masih baru reda demamnya.

The World Landmarks Merapi Park


Alhasil, keesokan harinya, Gita demam lagi. Padahal, pada hari ketiga di Jogja itu kami sudah merencanakan untuk berangkat ke Bogor. Akhirnya, dengan berat hati, kami batalkan untuk berangkat ke Bogor. Kami kembali ke Surabaya.

Si bontot di Candi Ijo

Padahal, perlengkapan ’’perang’’ untuk liburan selama satu minggu sudah siap. Hehe…Tak apalah yang penting anak-anak sehat semua.
Yah, terkadang orang tua suka abai dengan kondisi si kecil. Mumpung anak-anak libur sekolah, saya dan suami pas cuti juga. Pengennya pergi ke sana ke sini, tapi lupa mengukur kondisi anak. Tapi, ini bisa jadi pelajaran buat kami.

  1. Sebelum bepergian, paling tidak satu minggu sebelumnya, kondisi tubuh harus benar-benar dijaga. Kalau perlu, mengonsumsi multivitamin untuk menambah daya tahan tubuh.
  2. Tak perlu banyak-banyak merancang destinasi wisata. Cukup ke satu tempat yang nyaman dan asyik buat keluarga, terutama si kecil.
  3. Flashpacker mungkin cara bepergian yang pas untuk keluarga saya. Jadi, di saat tubuh dalam kondisi sehat dan ada waktu, langsung berangkat.
  4. Pesan penginapan mendingan yang bisa bayar di tempat atau kalau batal bisa refund.
  5. Bepergian pakai mobil pribadi. Supaya kalau batal, nggak rugi di tiket kereta atau pesawat yang sudah dipesan.