Terpukau Hotel Bintang Tujuh (Dubai Part 1)

Awal 2016 lalu, saya sempat ngetrip ke Dubai. Tapi sayang nggak bawa anak-anak. Padahal, kalau bawa anak-anak, seru loh. Banyak destinasi keren yang bisa dimasukkan dalam daftar must visited buat anak-anak usia SD ke atas. Mumpung mau liburan akhir tahun nih, kenapa nggak cuss ke Dubai.

 

Perjalanan selama sekitar 8 jam dari Jakarta-Singapura-Dubai, cukup melelahkan. Tapi, langsung segar kembali ketika disambut dengan udara malam yang sejuk menyentuh kulit tubuh. Sebenarnya, perut belum lapar sangat. Namun, staf dari Dubai Tourism Board yang mengundang saya dan rombongan media Indonesia tetap mengajak kami makan malam di sebuah resto India. Beruntung, hidangan yang disajikan rasanya pas di lidah.

mydubai1

Setelah itu, kami pun diantar untuk beristirahat di Hotel JW Marriott Marquis yang ditetapkan dalam Guinness Book of World Records sebagai hotel tertinggi di dunia. Soal kenyamananya sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Paling bingung kalau pas sarapan. Menu makanannya bervariasi, mulai masakan Italian, Japanese, Chinese, Indian, dan Arabian, vegetarian, non vegetarian, semua ada.

Hari pertama trip di Dubai, kami diajak ke Burj Al Arab. Bentuk struktur bangunan ini dirancang menyerupai bentuk kapal berlayar. Hotel ini sering disebut-sebut sebagai hotel bintang tujuh karena layanan dan fasilitas yang diberikan sangat mewwwaaaaaahhh.

mydubai3

mydubai4

mydubai5

mydubai10

Semua kamar di hotel itu terdiri atas dua lantai. Di lantai satu ada ruang tamu, ruang makan, dan ruang kerja. Sedangkan lantai atas ditempati ruang tidur dan kamar mandi. Bahkan, Royal Suite seluas 780 m2 yang harganya puluhan juta rupiah per malam ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan pribadi, bioskop pribadi, hingga lift pribadi.

Soal view nya, nggak usah ditanya deh. Seluruh ruangan hotel bakal mendapatkan sea view Teluk Persia yang cantik.

OK1

Puas berkeliling di Burj Al Arab, kami menuju ke Dubai Mall. Dengan luas area 1.124.000 meter persegi, Dubai Mall dinobatkan sebagai pusat perbelanjaan terbesar di dunia. Surganya para shopaholic. Ribuan produk branded bisa didapatkan di mal ini. Apalagi ketika kami dibawa ke Level Shoe District. Ada lebih dari 40 butik sepatu. Koleksinya juga bervariasi, mulai high heels sampai sepatu sport.

mydubai6

mydubai8

Di dalam Level Shoe juga tersedia resto, personal shoe styling, feet therapy, shoe maker, dan shoe repair. Khusus di shoe repair, tersedia berbagai aksesori, warna, dan model untuk menjadikan sepatu bekasmu kelihatan ’’new.”

Keluar dari Dubai Mall, kami masuk ke Mall of Emirates. Shopping lagi? Ow, tidak. Kali ini kami mau main salju di Dubai Ski yang ada di dalam mal itu.

Tunggu ya di postingan berikutnya…

Iklan

Hindari Tempat Indoor, Pilih Main-Main di Alam

Anak-anak memang makhluk paling kreatif. Sebagai orang tua, seringkali kita dibikin  kewalahan menghadapi mereka. Termasuk juga saya dengan tiga anak yang sangat aktif.

Untuk menyalurkan keaktifan anak-anak, saya memilih mengajak mereka bermain. Mengapa bermain? Menurut para ilmuwan, bermain adalah bagian integral untuk mengembangkan otak dan tubuh yang sehat.

Satu studi pada 2011 dari sepasang psikolog Norwegia menyimpulkan bahwa mengambil risiko (dan mengatasinya) saat bermain merupakan bagian penting dari perkembangan anak. Dengan demikian, taman bermain di mana anak-anak bisa memanjat tinggi, berputar cepat, dan berpotensi si anak terluka karena jatuh, membuat perkembangan masa kanak-kanak mereka lebih baik. Beragam aktivitas bermain juga penting untuk menjaga anak tetap aktif, yang meningkatkan keterampilan motorik dan memerangi obesitas masa kecil.

Karena itu, saya sangat detail dalam memilih mainan maupun tempat bemain untuk anak-anak.

Untuk mainan, saya lebih memilih yang tanpa baterai. Kenapa? Lebih hemat. Haha… Selain itu, mainan dengan baterai tuh manjain anak-anak. Effort-nya minim banget. Jadilah, saya pilih mainan seperti puzzle, board games, main tali, boneka, masak-masak, dakon, drum-drum-an, pokoknya yang serbamanual gitu deh. Malah, kalau perlu, bikin mainan sendiri.

Yup, kadang, saya dan anak-anak bikin mainan sendiri, sih. Misalnya, pesawat dari kardus bekas, sudoku dari karton, gitar dari kardus sepatu. (tutorialnya diceritain kapan-kapan ya).

Agak ribet sih. Tapi dengan gitu, energi mereka sedikit tersalurkan.

Kalau untuk tempat bermain, saya lebih suka yang outdoor dibandingkan indoor, apa lagi mal. Sebisa mungkin saya menghindarkan anak-anak bermain di mal. Kenapa? Mmm…wahana permainan di mal kesannya kok cemen banget ya? Kurang greget, kurang menstimulasi anak jadi lebih kreatif, gitu. Belum lagi, lingkungan di mal yang menurut saya kurang sehat. Bayangin, di dalam ruangan dengan berjuta orang yang bisa jadi membawa virus entah apa namanya itu. (Ya…mungkin saya aja yang sih lebhay).

Karena itu, kalau di Surabaya, saya suka bingung dengan arena permainan buat anak. Mau nggak mau saya ajak mereka ke taman kota. Oia, Surabaya punya banyak taman kota. Proud of Wali Kota Surabaya…

Ada beberapa taman kota di Surabaya yang sudah pernah kami jelajahi. Yaitu, Taman Jangkar di Jambangan, Taman Bungkul di Raya Darmo, dan Taman Persahabatan di daerah Gubeng. Murah meriah. Mareka pun merasakan keseruan tersendiri dalam bermain.

Taman Persahabatan, Gubeng Surabaya

Oia, ada lagi, saya pernah juga ajak mereka main di Kebun Binatang. Sejumlah permainan ada di KBS. Enak nih di KBS. Suasananya lumayan adem dengan pepohonan yang cukup rimbun untuk ukuran Surabaya.

Kebun Binatang Surabaya, salah satu spot yang adem di tengah Kota Surabaya

Satu lagi, mereka paling suka berenang. Cuma, sayangnya di Surabaya belum nemu kolam renang yang airnya seger dan bebas kaporit. Alhasil, setelah berenang, anak-anak pada bersin-bersin dan mata pedih. Duh.

Kalau udah bosen dan nggak ada pilihan tempat bermain di Surabaya, saya pun mengajak mereka main ke luar kota. Favorit anak-anak ya ke Batu. Hihi…

Di Batu, bisa puas deh mereka bermain di alam terbuka. Paling sering ya ke Selecta. Permainannya komplet banget di sana. Ada flying fox, taman bunga, waterpark, becak air, kora-kora, ayunan, sepeda udara, berkuda. Asik kan.

Puas mainan di Selecta, anak-anak langsung minta istirahat di hotel. Pilihannya kali itu ke DeView Hotel. Lokasinya di Jl Raya Selecta No 157. Kalau dari tempat wisata Selecta ke arah Kota Batu, sekitar lima menit di sisi kanan jalan.

Kami sudah pernah dua kali bermalam di sana. View nya cakep. Cuma kolam renangnya kecil, sih. Tapi ya namanya anak-anak, tetap aja heboh kalau nemu hotel yang ada kolam renangnya. Hehe…

Waktu itu, kami pernah booking tipe family room yang terdiri atas 1 kamar single dan 1 kamar twin lengkap dengan dua kamar mandi. Ada juga fasilitas mini kitchen dan living room yang luas. Pas buat saya-suami dengan tiga anak dan satu keponakan plus opa-oma.

Untuk master room, kamar mandinya dilengkapi juga dengan bathtub. Jadi, bisa melepas penat sambil berendam air hangat di situ. Nyeess…

Pagi-pagi dari kamar, langsung disuguhi view pegunungan yang cantik, siapa yang nolak, coba? Ditambah lagi dengan menikmati secangkir kopi hitam di balkon. Itu tuh, kayak opa dan Gita. Santaaiii…

bangun pagi disuguhi view macam gini, siapa yang nolak?

Balkon

Cuma sayang, menu breakfast-nya kurang nendang. Tapi, paling suka sama atraksi bikin omelet-nya yang pakai semburan api gitu. (Udah diubek-ubek file-nya, tapi fotonya nggak nemu. Hiks). Asiknya lagi, lokasi resto yang bersebelahan dengan playground yang asri, lengkap dengan ayunan serta kolam ikan. Kita bisa loh ngasih makan ke ikan-ikan itu. Ini nih yang termasuk salah satu favorit anak-anak kalau ke DeView. Yang pasti, untuk istirahat bareng keluarga, DeView Hotel, sangat recommended.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Flashpacker Bareng Anak? Kenapa Nggak?

Postingan ini intinya curhatan hati seorang ibu yang suka iri ketika long weekend tiba. Ketika teman-teman lain heboh nyari hotel atau tiket kereta untuk liburan, saya cuma bisa galau. Pengen ikutan, tapi, iya kalau bisa libur. Lha kalau tetiba ada tugas mendadak dari kantor? Anak-anak bisa ter-PHP dong.

Makanya, nggak jarang saya memutuskan liburan di injury time atau biasa disebut flashpacker. Padahal, saya bawa kru yang lumayan bikin mmm…pusing, tiga anak dan biasanya tambah satu ponakan yang ikutan. Eh tapi justru di situlah keseruan dimulai.

Horeee bisa libur. Yuk kid’s kita cussss…Wah, krucils pun langsung sibuk cari tas, nyiapin baju, en de brey en de breey…Kecuali si bungsu yang baru dua tahun.

Awal-awal sih mungkin ribet, tapi, setelah dijalani beberapa kali, ternyata tetap aman terkendali. Biasanya sih:

  1. Tujuannya nggak jauh dari kota tempat kita tinggal. Paling nggak, 2-3 jam perjalanan sudah nyampe. Dengan gitu, waktu nggak terbuang untuk perjalanan.
  2. Cari hotel yang ramah anak. Karena waktu yang singkat, pasti nggak sempat jalan-jalan ke obyek-obyek wisata lain. Jadi, mendingan menikmati fasilitas hotel. Kalau saya biasanya cari yang ada kolam renangnya dan taman luas.
  3. Selalu menyediakan satu tas buat bepergian yang berisi satu stel baju anak-anak.  Jadi, kalau sewaktu-waktu pergi, nggak kelamaan nyiapin. Karena paling nggak sudah ada satu stel di tas.
  4. Siapkan bujet lebih. Flashpacker biasanya nggak siap bekal makanan dan karena persiapan dadakan, sering ada yang ketinggalan. Paling gampang ya beli kekurangannya di perjalanan. Untuk bujet ini, saya sudah punya tabungan khusus untuk bepergian yang sifatnya tak terduga. Jadi, ya bisa langsung bobol tabungan kalau butuh.
  5. Naik kendaraan sendiri. Atau kalau memang terpaksa naik kendaraan umum, pilih bus yang bisa sewaktu-waktu berangkat. Kalau pesawat atau kereta, hmmm…kalau saya sih ogah ya. Pasti mahal.

Terakhir ber-flashpacker bareng krucil, sekitar April 2017. Pilihan destinasinya ke Trawas, Mojokerto. Perjalanannya cuma memakan waktu 2 jam atau paling lama kalau kena macet, ya 2,5 jam lah. Pilih-pilih hotel, banding-bandingin harga dan lokasi serta fasilitas, akhirnya, kami memutuskan bermalam di Vanda Hotel.

Hotel didesain klasik ala ala Eropa

Tiba di hotel sudah sore, sekitar pukul 5 sore. Biarpun sudah jelang malam, anak-anak masih nekat buat nyebur di kolam renang yang  ademnya amit amit…Kolamnya cukup luas cuma agak kotor. Mungkin karena hotel itu sedang renovasi, jadi serpihan bahan-bahan bangunannya masuk ke kolam. Ya sudahlah, toh setelah berenang, anak-anak langsung sekalian mandi sore di kamar mandi yang dilengkapi dengan bathup.

Kami memesan room untuk empat orang terdiri atas dua bed tipe kingsize. Lumayan luas sih. Cukup untuk empat krucil dan dua dewasa. Hehe…Cuma, kita nggak dapat view bagus karena berhadap-hadapan dengan kamar lain. #Salahsendiripesandadakan.

Malamnya, kami makan di Vanda foodcourt yang letaknya di depan gate hotel. Menunya standar sih, masakan Indonesia, seperti nasi goreng, gado-gado, siomay, soto ayam, rawon, bakso. Dan yang bikin anak-anak happy, ada ayunan dan perosotannya. Mainan teruuusss…

Beda dengan Batu, kalau malam masih banyak hiburan. Di Trawas beda. Pukul 8 malam, udah sepiiiii…nyari jagung bakar pun udah nggak ada yang buka. Kawasan ini memang sangat pas untuk istirahat karena tenang banget.

Malamnya pada bobok pules, pagi-pagi buta udah pada ngeributin mau renang lagi. Astagaaaah…Padahal, emaknya udah pengin segera sarapan. Maklum, udara adem bikin perut cepet laper.

Dari kamar menuju ke resto buat sarapan, lumayan juga sih jalannya. Nggak jauh, tapi kan jalannya naik turun gituuu…bikin gempor kaki. Haha…Lumayan sih buat olahraga pagi hari.

jalan naik turun, anggap aja olahraga

 

Menunya nggak banyak, kurang dari 10 menu, tapi rasanya pas di lidah. Anak-anak juga doyan sama makanannya. Apalagi bubur sumsum kesukaan Edo. Dia habis 3 mangkok, sodara. Nasi goreng, kakap asam manis, tumis kacang panjang, telur dadar, roti selai, enak kok. Apalagi, dari resto, view nya cakep, terlihat Gunung Penanggungan dan Welirang.

Kelar makan, kita udah ditungguin para joki kuda. Haha…bukan bukan buat balap kuda, kok. Cuma nunggangin kuda keliling kompleks hotel yang luas dengan jalan berbukit. Mita dan Descha udah nggak sabar buat naik kuda. Lha saya terpaksa ngikut naik bareng si bungsu. Haduuh…maluunyaa…

Hotel yang didesain klasik ala bangunan Eropa ini juga menyediakan tipe kamar cottage dan villa. Jadi, buat keluarga besar, lebih hemat menyewa cottage atau villa-nya. Oia, waktu saya ke sana, waterpark-nya sedang on progress, dalam proses pembangunan. Semoga dalam waktu dekat segera kelar, biar lebih seru kalau nginep di sana. Overall, puas dengan pelayanan stafnya dan fasilitasnya.

Oia,Vanda Hotel dekat beberapa tempat wisata, kayak Air Terjun Dlundung dan Tretes Treetop. Jangan lupa juga, kalau pulang bawa oleh-oleh pisang ambon tretes yang terkenal manis dan dagingnya tebal.

 

Tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Kids Activity

 

 

 

 

 

 

Bukit Daun Kediri, Kembali ke Alam

Kediri ibaratnya second hometown buat kami. Paling nggak satu tahun dua kali kami ke sana untuk nyekar ke makam kakek nenek di Kediri, tepatnya di Pohsarang. Karena banyak saudara di sana, kami jarang bermalam di hotel. Lha wong bisa nginap di rumah saudara. Hemat, dikit lah. Hehe…

Tapi, beberapa waktu lalu, karena penasaran sama sebuah hotel di Kediri, saya ajak EdoMitaGita bermalam di sana. Namanya Bukit Daun Hotel and Resort di Jl Argo Wilis No. 777, Puhsarang, Semen, Kediri.

Memasuki gerbangnya, kita sudah disuguhi dengan jalan yang berbukit menuju lobi. Suasana pedesaan makin kental dengan alunan gamelan Jawa kala berada di lobi. Ditambah sambutan hangat dari staf hotel yang mengenakan seragam jarit modern. Tjakep.

Kami memesan kamar tipe Mezzanine. Kamar satu setengah lantai ini dilengkapi dengan tangga di dalamnya. Cukup banget buat tiga dewasa dan dua anak. Ini karena di lantai atas terdapat tempat tidur juga.

Didominasi dengan unsur kayu, pas dengan lokasinya yang bernuansa pedesaan. Kamarnya bersih, termasuk untuk kamar mandinya.

Lahannya luas banget. Kamar yang saya tempati, dekat dengan taman yang lapang berlatar pemandangan sawah dan pegunungan Wilis. Pagi itu, banyak yang jogging di taman itu. Saya sih cuma jalan-jalan bareng krucil. Kondisi tanah yang naik turun, lumayan bikin keringatan juga sih. Hehe…

Tapi, yang bikin anak-anak ketagihan nginep di Bukit Daun, apa lagi kalau bukan ada kolam renangnya. Airnya segar karena langsung dari pegunungan.

Soal menu buat breakfast yang jadi andalan ya nasi pecel tumpang. Itu makanan khas Kediri. Tapi, ada juga soto ayam dan makanan lain yang nggak kalah enaknya.

5

Restonya punya view sungai dan pematang sawah. Wih, bener-bener mengusung suasana desa.

7

8

Kalau lagi main ke Kediri atau ziarah rohani ke Pohsarang, Kediri, bisa nih bermalam di Bukit Daun.

 

Hotel, Waterpark, dan Agrowisata Jadi Satu Paket

Karena pilihan liburan weekend sering jatuh ke Kota Batu, Pe eR buat saya untuk cari-cari hotel yang nyaman buat para krucil selama di sana. Soal harga itu relatif, ya. Tapi kalau buat EdoMitaGita, bisa main di kolam renang, aman lah. Mereka nggak bakal ngerengek minta macam-macam. hehe.

Juni 2016 lalu (nggak kurang lama, mak?) kami sempat bermalam di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel. Lokasinya di Jl Abdul Gani Atas atau searah dengan Jatim Park 1 serta Museum Angkut.

Untuk hotel bintang empat dan fasilitas 3 in 1, harganya cukup masuk akal. Saat itu bertepatan dengan Ramadan, hotel-hotel pada obral diskon. Untuk tipe cottage dua kamar, kami dapat harga Rp 1.250.000 include makan pagi dan makan malam serta empat tiket masuk gratis petik apel atau waterpark. Murrraaah kaannn…
Anak-anak jejingkrakan begitu tahu kalau bermalam di Kusuma Agrowisata.
Yap, hotel itu emang favorit mereka.

Untuk tipe cottage,  lokasinya dekat dengan pintu masuk petik apel maupun waterpark. Asyiknya lagi, dilengkapi area parkir privat dan taman luas di depan cottage. Tempatnya EdoMitaGita friendly banget.

triple8

Ada playground-nya

Begitu tiba di lokasi, anak-anak langsung main ke kolam renang. Beda dengan waterpark, kalau kolam renang ini gratis, buat tamunya. Jadi, bisa kapan aja berenang. Dari kolam renang itu kita bisa lihat panorama Kota Batu dengan pegunungan yang mengelilinginya. Air kolam yang dingin dan bebas kaporit ini bikin anak-anak betah main di sana.

Jelang malam, udara di Kota Batu kian adem. Enaknya langsung masuk kamar dan meringkuk di balik selimut. Hehe…Tapi, namanya anak-anak nggak pernah low bat, masih aja mainan di dalam cottage. Alhasil, emaknya ikut nungguin. Serius, interior cottage nya cukup lapang. Bisa buat petak umpet. Ada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, ruang makan yang menghadap taman belakang, dan dua kamar yang masing-masing dilengkapi kamar mandi dalam. Khusus yang master bedroom terdapat bathub.

Tapi, yang paling saya suka, di dalam kamar tidak ada TV. TV-nya cuma satu dan diletakkan di ruang keluarga. Jadi, ketika masuk kamar, bener-bener untuk istirahat. Dan bener aja, kami sekeluarga bobok puleeesssss sampai pagi.

Bangun pagi, nggak langsung mandi, tapi jalan-jalan di kawasan hotel. Pas banget, cuaca pagi itu sangat mendukung karena nggak begitu dingin, cuma 20 derajat celsius. Eh, biasanya lebih adem lagi, loh. Hehe…Masih belum capek, para krucil lanjut main bola di halaman depan cottage. Sampai jatuh guling-guling pun nggak bakal sakit deh, karena tamannya berlapis rerumputan hijau. Saya dan si bapak, baca koran dulu ah di teras.

 

 

Lagi-lagi pas ke Batu pada 3 April lalu, kami memilih nginap di Hotel Kusuma Agrowisata. Tapi, di room tipe triple. Lokasinya juga strategis, dekat resto plus waterpark. Di depan kamar, masih ada taman luas juga. Ini dia bedanya hotel Kusuma Agrowisata dengan yang lain. Mereka punya lahan luassss….Asyik buat family time. Kita juga berasa deket sama alam. Dari kamar, masih kedengaran suara hewan-hewan malam, kayak jangkrik, burung, aaah…pengen lagi ke sana.

triple17

Gita di taman depan kamar.

triple18

ngeruntel di sofa teras kamar

 

Trus…yang bikin saya ketagihan nginep di sini tuh karena menu-menu makanannya, eemmm…enaaakkk. Variasinya banyak. Ada menu lokal sampai chinese food. Bahkan, beberapa kali ke sana, menunya nggak sama. Dulu ada nasi pecel, tapi pas ke sana lagi ganti nasi uduk (kayak yang di foto nih).

triple11

Tapi, anak-anak cocok dengan soto ayam dan bubur ayam. Saya sendiri langsung nyobain healthy juice-nya yang langsung dari buah dan sayur yang fresh. Eh, wajib coba juga pancake, bubur madura, dan jajan pasarnya.

triple19

bubur madura

 

Udah ah, para krucil pada masang muka memohon untuk segera bisa main ke waterpark-nya. Oya, Waterpark Kusuma Agrowisata  juga jadi jujukan wisata masyarakat umum, selain tamu hotel. Kalau weekdays Rp 35 ribu kalau weekend Rp 40 ribu mungkin. Tapi, karena kami tamu hotel, dapat free tiket masuk waterpark.  

Waterpark-nya asyik banget. Ada kolam arus, sliding, dan pancuran. Kalau udah main air, lupa sama yang lainnya deh. Ibuknya leyeh-leyeh dulu ya. Biarkan si bapak yang mengurus nak kanak.

triple12

Karena weekdays, berasa waterpark-nya milik sendiri. View nya langsung ke Kota Batu.

 

 

 

* Buat yang mau liburan ke Batu-Malang, hotel ini recommended banget. Terutama untuk pelancong yang bareng keluarga.

 

 

Murah, Berasa Punya Kolam Renang Sendiri Pula

Batu lagi Batu lagi. Tapi, EdoMita nggak pernah bosan tuh main ke Batu. Apalagi kalau pakai nginep. Nggak perlu di hotel mewah. Pokoknya ada kolam renangnya aja, bagi mereka itu sudah ”surga.” Haha…
Ada nih penginapan yang lumayan bisa direkomendasikan buat keluarga. Namanya, HOTEL SEULAWAH GRAND VIEW BATU Lokasinya dekat dengan tempat wisata Songgoriti. Kalau Songgoriti ke kanan, Seulawah ini belok ke kiri, Jl Flamboyan.
Karena lokasinya bukan di pinggir jalan besar, jadi lebih tenang. Enak dipake istirahat menikmati segarnya udara Batu. Kamarnya juga bersih dan nyaman banget. Apalagi, dua kali nginep di sana, dapat kamar di lantai satu yang semua menghadap kolam renang. Jadi, mau renang kapan aja, ayuuukkk…berasa kolam renang pribadi. Bagian ini nih yang paling disuka sama anak-anak. Bangun tidur langsung nyemplung kolam, mau bobok, masih juga mainan air.

byuuuurrr

kamarnya di samping itu tuuuh...

Memasuki halaman depan hotel, kita bisa ngeliat view Kota Batu yang cihuy.
Batu pukul 04.00 pagi

Kalau untuk room-nya, di lantai satu sih view nya cuma kolam renang. Belum tahu ya yang di lantai dua. Belum pernah nyoba sih. Tapi, pas breakfast di restonya yang ada di lantai dua, terlihat view cantik pegunungan.

Jpeg

Jpeg

Kalau lagi main ke Batu, Hotel Seulawah Grand View ini layak dicoba. Bersih, murah, dan nyaman. Cuma, harus reservasi dulu ya. Kalau weekend dan hari libur, sudah pasti full booked.

Foto-foto room nya bisa ceki ceki di http://www.seulawahgrandview.com.

Ngadem Semalam di Purnama Hotel, Batu

Surabaya lagi gerah-gerahnya. EdoMitaGita jalan-jalan ke Batu. Ke Batu lagiii??? Hahaha…Iya, hampir seminggu sekali, main ke sana. Asiknya, dua minggu lalu (7 November), kami nginep di Purnama Hotel.

Waah…EdoMita langsung sumringah begitu tahu kalau diajak nginep di Purnama Hotel. Itu artinya, mereka bisa berenang di kolam dengan air yang bersih dan seger, main di playground yang luas, makan di resto dengan view yang cantik. Pokoknya, nginep di hotel ini jadi favorit mereka.

Memang sih, hotel yang terletak di Jl Raya Selecta 1-15, Batu ini udah rada jadul, tapi tetap terawat. Cocok banget untuk istirahat bersama keluarga.

Room-nya nyaman meski tanpa AC. (iyalah, udara di Batu udah uadeeeem). Beberapa kali nginep di kamar tipe superior dan deluxe, tapi sayang, view-nya kurang oke karena langsung berhadapan dengan room lain. Mungkin, lain kali harus nyoba tipe room Gardenia yang langsung menghadap taman cantik. Biar kalo anak-anak main, emaknya bisa ngawasin sambil leyeh-leyeh di kamar. Haha…

Jpeg

Pengen nyoba nginep di kamar yang menghadap ke taman itu tuh

Maklum, anak-anak kalo main di taman nggak kenal waktu. Masa sih, hampir jam 7 malam masih aja kejar kejaran, main ayunan, perosotan, jungkat jungkit di taman ini. Hadeeeh…emaknya yang kecapekan.

 

IMG-20151109-WA0016

udah gelap, masih jalan-jalan di taman

 

Main terus di playground-nya

Main terus di playground-nya. Ini sekitar dua tahun lalu

Nggak jauh dari area taman, ada dua kolam renang. Untuk kolam anak-anak sekitar 1-1,25 meter, terdapat perosotan. Kalau hari Minggu, kolam tersebut diisi dengan air hangat. Jadi betah deh berlama-lama berenangnya.

Jpeg

berenangnya sudah dooong….

Betah renangnya

Betah renangnya

Di Miggu pagi, ada senam aerobik juga di taman hotel. Biar agak anget dikit, saya ikutan aja bareng tamu-tamu lain.

IMG-20151109-WA0023

Karena lokasinya cukup tinggi, hotel bintang empat ini punya view yang wow. Apalagi dari restonya. Resto di Purnama Hotel ini dikelilingi dengan kaca. Jadi, sambil makan pagi, kita bisa menikmati pegunungan dan Kota Batu. Coba juga makan di teras restonya. Pemandangannya jawaraaaa. Dapet view gunung dan swimming pool nya. Kalau pas makan malem, keliatan kerlip kota Batu.

Jpeg

Nyam nyam…si bapak dan duo krucil makan pagi di teras atas resto

Jpeg

beberapa menu makan malam. puding di gelas itu favoritku

Kalau menu makanannya? Macam-macam, Kalau Edo paling doyan sama bubur ayamnya. Bisa nambah berkali-kali. (Saya nggak makan daging soalnya. Jadi, nggak nyoba bubur ayamnya).

Kalau saya paling demen sama bubur ketan itemnya. Trus, ada serabi kuah. Pancake pisangnya juga enyaaakkk…Menu lainnya kayak nasi goreng, ayam lada hitam, soto ayam, nasi pecel komplet, trus apa lagi ya? buanyaaakk..

Jpeg

serabi kuah ini bikin ketagihan

Oia, sekarang, Purnama Hotel juga punya fasilitas kebun petik stroberi. Lokasinya di belakang playground. Kita bisa petik sendiri stroberinya dan langsung makan. Tapi, kalau mau bawa pulang, harus ditimbang dulu dan bayar yah. Eh, stroberinya bener-bener seger. Rasanya, asem-asem manis gitu.
Di area petik stroberi, tersedia gazebo-gazebo kecil buat nongkrong sembari menikmati camilan gorengan dan jus stroberi. Langgam Jawa, Bali, dan Sunda didengarkan secara bergantian selama di gazebo. Wedeew…makin males aja untuk angkat kaki dari situ.

Jpeg

gazebo di kebun stroberi

Oma in action di Kebun Stroberi

Oma mau petik stroberi

Aktivitas seru lainnya di Purnama Hotel, yaitu, mancing. Horeee…Tersedia kolam pancing yang lumayan luas. Trus, ikannya bisa dibakar atau digoreng. Sedeeep.
Eh, selain tamu Purnama, bisa juga loh mencicipi fasilitas hotel itu. Mau? Ayuuuk…

Dapet ikannya? Lha kok malah si abang cengar cengir

Dapet ikannya? Lha kok malah si abang cengar cengir