Fun Cooking Class

Bingung dengan kegiatan untuk mengisi liburan sekolah, aku cek di internet mengenai aktivitas cooking for kids. Tapi, ternyata harganya mahaaaal…hehe…Aku pikir sih, daripada duitnya dipakai buat bayar cooking class for kids itu, mendingan nyoba resep sendiri aja di rumah. Apalagi, di rumah lebih simpel. Hemat bensin dan hemat waktu.
Jadilah aku dan Edo mencari resep makanan yang mudah, yaitu bikin cimol keju atau orang biasa bilang pentol gitu lah. Dari sana, Edo mengenal tepung terigu dan maizena. Dia juga yang memotong-motong keju memanjang dan tipis. Pinter loh Edo. Tapi, banyak yang dimasukkan ke mulutnya daripada yang ditaruh di piring.

Edo juga berusaha membuat bola-bola dan memasukkannya ke panci isi air mendidih atau lebih tepatnya melemparkan ke dalam panci. Kata Edo, dia takut kena panas. Hmmm…
Akhirnya, jadi deh pentol made in Ibu dan Edo. Hehe…
Sebenarnya nggak sukses-sukses banget sih. Lha hasilnya alot/susah digigit/nggak kenyal. Tapi, Edo suka banget. Bahkan, katanya, daripada beli ya bu. Mending bikin sendiri ya…Mungkin untuk menghibur diri dan ibunya kali ya…biar nggak kecewa. Hehehe….

bikin cimol keju

Bermain Tak Harus Mahal

Bukannya pelit, tapi ekonomis. Hehe… itulah yang aku terapkan ketika mengajak anak-anak bermain atau membelikan sesuatu. Seperti pada beberapa waktu lalu, kami mengajak anak-anak ke taman bermain Jalakaca dan Taman Pintar Juanda yang letaknya berhadapan. Oia, kedua taman itu berlokasi di dekat Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
Di taman itu, anak-anak bisa main ayunan, jungkat jungkit, sliding, panjat-panjatan. Selain itu, tersedia pesawat tempur yang bisa dinaiki oleh anak-anak. Wah, mereka terlihat antusias.
Nggak hanya itu, permainan ketangkasan tali temali tersedia di sana.
Tak disangka, Mita pun berani mencoba berbagai permainan ketangkasan yang notabene ditujukan bagi anak usia SD. Hehe… Nggak cuma bermain, anak-anak pun bisa berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, Mita yang kurang berani jika berhadapan dengan orang lain, ternyata mau mengajak bermain anak lain. Good job, nak.

Siapa mau terbang bareng Mita?

Siapa mau terbang bareng Mita?


Selain bermain, anak-anak belajar beberapa pohon yang tumbuh di taman itu. Salah satunya, sawo kecik. Ternyata, sawo kecik memiliki banyak manfaat dalam hal pengobatan. Hal itu terlihat dari tulisan yang tertera di bawah pohon sawo kecik.

Aku Captain Edward

Aku Captain Edward

Oia, satu lagi, di Taman Pintar Juanda juga tersedia perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap. Mulai pengetahuan sampai fiksi anak. Cuma, buku-bukunya harus dibaca di tekape, nggak boleh dipinjam. Tempatnya bersih, adem, dan pelayanannya ramah.

Di Taman Jalakaca, tiket masuknya 2.000 per anak. Kalau yang di Taman Pintar Juanda gratis kok. Paling cuma bayar sukarela untuk parkir. Hehe…murah meriah kaaannn…