Jazz Traffic Festival (JTF) menjadi salah satu event musik yang paling ditunggu sama Edo. Sejak dihelat untuk kali pertama pada 2011, Edo selalu nonton. Jadi, memang sejak kecil dia udah dicekoki gelaran musik sih. Jadinya keterusan. Haha.

Kalau biasanya JTF berlangsung di Grand City, tahun ini event yang berlangsung pada 14-15 September itu diadakan di Atlantis Land, sebuah arena permainan dan waterpark di kawasan Kenjeran Surabaya. Biarpun sempat terpikir karena jauh dari pusat Kota Surabaya, tapi ternyata kami cukup menikmatinya.

Pertama, lahan parkirnya luas. Jadi, nggak susah cari parkirnya. Trus, ketika bubaran event, kalau di mal bakal macet keluarnya. Tapi, kali ini, lancar jayaaaa…Cuma, berhubung tempatnya yang luas itu, bikin kaki lumayan gempor sih untuk pindah dari stage satu ke stage lain. Apalagi kalau si bocah pengin main wahana. Waaah…ngos-ngosan…

Kedua, kalau bawa anak bisa sekalian mainan di wahana-wahananya. Pas banget itu karena kemarin saya membawa si kecil juga. Jadi, ketika lagi jeda nonton musik, dia saya ajak mainan di wahana anak-anak supaya nggak bosan.

Ketiga, udara lebih seger ketimbang di dalam mal. Yah, biarpun ada beberapa orang yang masih ngerokok tanpa ngeliat kanan-kiri. Eh, mbok ya kalau pas ada anak kecil, ngerokoknya agak menjauh dong.

Balik lagi ke keseruan nonton JTF kemarin. Artis yang diusung memang banyak. Tapi, kami bukan tergolong orang yang kemaruk. Kami memilih untuk menikmati sedikit pemusik tapi dari awal hingga akhir. Jadi, dapet feel-nya. Karena, biasanya saat tampil, pemusik sudah memiliki konsep dengan permainan yang dibawakan di suatu event.

Nah, tahun ini, dari ratusan musisi, cuma beberapa aja yang masuk dalam daftar tonton kami antara lain Korek Jazz, Djaduk feat Sinten Remen, Barry Likumahuwa, YoWis Band, Indra Lesmana and Quartet, dan Idang Rasjidi. Ketika di lokasi, kami juga kepincut sama perform Nita Aartsen yang bikin speechless. Trus, sempat ngintip aksi Rizky Febian sebentar ketika sedang nunggu jam main Indra Lesmana.

Permainan Djaduk dan grup-nya mengusung rasa ”Jawa” dipadu dengan perkusi yang ciamik. Belum lagi obrolan antara Djaduk dan sang sinden Endah Laras yang sukses bikin grrr…grrr…an penonton.

Barry Likumahuwa yang selalu tampil atraktif dengan semua lagunya, udah nggak perlu diomongin lagi. Spesial tampilannya di JTF kemarin, dia menyuarakan persatuan dan kesatuan Indonesia. Bapak satu anak itu juga mengajak penyanyi asal Papua tampil di panggung.

Permainan kibordis-nya, Martin Siahaan mencuri perhatian Edo. Sampai-sampai Edo nungguin si Martin seusai pertunjukan buat foto bareng. Nggak ketinggalan, Edo minta foto bareng juga sama Barry. Biar ketularan jadi musisi, ya…amiiiin….

1

Di panggung yang sama, setelah penampilan Barry, ada idola anak-anak kekinian, YoWis Band. Nggak nyangka ya ternyata fans mereka buanyaaak. Penonton juga pada hapal lagu-lagunya yang khas dengan bahasa Suroboyoan itu.

Biarpun saya nggak begitu tertarik dengan YoWis Band, tetep aja ikut nonton. Lha wong Edo ngebet banget sama sang vokalisnya, Bayu Skak. Pffhhh…Dia sampai bela-belain nunggu si Bayu Skak seusai pertunjukan untuk foto bareng.

Edo juga sempat foto bareng Demas Narawangsa yang tampil bareng Indra Lesmana. Begitu tahu kalau drummer favoritnya manggung, Edo nggak beranjak dari tempat duduknya. Matanya pun tak lepas dari permainan drum Demas. Sebenernya saya juga bingung sama Edo. Selama ini dia mempelajari piano, tapi lha kok idolanya malah drummer. šŸ˜¦

Begitu permainan Indra Lesmana usai, Edo bergegas ke pinggir panggung nyamperin Demas yang saat itu masih beberes. Tampak Edo semingrah banget wajahnya ketika bisa ketemu sama idolanya.

2

Saya jadi ingat ketika dulu masih menjadi reporter pelajar, suka ngejar-ngejar artis juga. Berlanjut ketika masuk bangku kuliah dan bekerja di media cetak nasional, masih juga hunting wawancara artis plus foto bareng juga.

Sekarang? Emaknya Edo sudah insaf. Sudah nggak lagi ngejar-ngejar artis. Malu sama umur. Haha…

Eh, tapi kapan itu sempat ngebet banget buat foto bareng Pak Jokowi pas mampir ke kantor. Yup, karena saya juga sangat ngefans sama beliau. Trus, sama Bupati Banyuwangi Azwar Anas yang visioner dan memiliki ide-ide brilian dalam mengangkat pariwisata daerahnya