Lagi Hobi Nyanyi Jogjakarta-nya Kla

Sebagai Klanis (fans Kla Project), beberapa kali aku dengerin CD nya Kla Project di mobil. Nggak nyangka, ternyata Edo dan Mita ketagihan sama lagu-lagunya. Hahaha…
Tahu nggak, bahkan Mita hapal loh lagu Jogjakarta-nya Kla Project. Setiap pagi dalam perjalanan ke tempatnya belajar di Bimba AIUEO Mita ambil sendiri CD Kla Project dan menyetelnya. Pulang dari Bimba menuju ke rumah, CD Kla diputar lagi. Haiayaaahhh…
Lagu-lagu Kla Project emang easy listening. Tapi, kalau dengerin lagunya setiap saat, gimana yaaa. Hihi…
Kalau Mita demen sama lagu Jogjakarta, beda dengan Edo. Dia suka sama lagu Tentang Kita, Saujana, Tak Bisa ke Lain Hati. Astagaaa…kok anak-anakku jadi Klanis Junior? Hahaha…

Sempat aku pikir untuk menyembunyikan CD-nya Kla dari mobil dan aku ganti dengan CD anak-anak. Tapi, ketika kulakukan, Mita malah marah-marah dan rewel. Olala…Ibunya akhirnya mengalah.

….Pulang ke kotamu…Ada setangkup haru dalam rindu….

Lomba Piano

Pengalaman Edo untuk kali pertama. Ikut lomba piano. Sudah sekitar 1,5 tahun, Edo ikut kursus piano di Lupita Music School (Harmony Group). Selama ini, kursus pianonya memang cuma untuk mengisi waktu luang dan Edo suka.
Kemudian, ada pengumuman kalau Harmony Group (Surabaya dan Sidoarjo) mengadakan lomba di Grand City Surabaya pada Maret 2014 lalu. Ya udah, nyoba ikutlah.

Awalnya berniat untuk mencari pengalaman aja. Nggak ada ambisi jadi juara. Hehe…
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Aku antar Edo ke lokasi lomba. Sebelumnya, guru piano Edo, Pak Elias sudah mewanti-wanti untuk mencoba pianonya terlebih dulu. Hal itu supaya nanti saat lomba, udah nggak canggung.
Pukul 08.30 Edo sudah datang dan mencoba pianonya. Eh, Edo malah ngerengek nggak mau maju. Lhooo,…gimana toh Edo ini…Ibunya udah mulai panik. Tapi, untunglah Edo mau mencoba piano yang dipakai lomba.
Dan, para peserta yang satu level dengan Edo sebanyak 15 orang sudah duduk rapi di bangku yang tersedia. Satu demi satu peserta dipanggil. Edo dapat urutan kedelapan. Mendekati nomor urutnya, ibunya makin deg deg an nervous. Hehe…

Tiba saat Edo dipanggil. Dia pun maju. Tak diduga, dia berjalan dengan penuh percaya diri. Setelah hormat, dia memainkan lagu Sayonara. Hmm…menurutku sih cukup bagus karena tidak melakukan kesalahan sama sekali.
Pffh…lega banget setelah Edo menuntaskan permainan pianonya. Kami pun menunggu pengumuman pemenang sambil melihat penampilan peserta-peserta lain. Termasuk peserta lomba gitar.

Saatnya pengumuman pemenang dilangsungkan.
Edo sudah gelisah karena namanya tak kunjung disebut. Dia sangat ingin mendapatkan piala yang sudah dipajang di depan. Hehe…’’Ibu, kenapa sih Edo nggak dipanggil-panggil? Kata Pak Elias, mainnya Edo tadi kan bagus,” rengeknya.

Aduh, aku juga khawatir dia nanti kecewa karena nggak menang. Aku cuma bilang, ’’Sabar Edo. Nggak menang, nggak apa-apa. Nanti ibu beliin Edo hadiah karena tadi sudah berani maju,” bujukku.
Tapi, tetep aja Edo jadi gelisah. Giliran pemenang utama 1, 2, dan 3 diumumkan. Eng ing eng…ternyata, nama Edo dipanggil sebagai pemenang utama ketiga. Waaaww…senengnyaaa…
Edo seketika maju dengan wajah sumringah untuk mendapatkan pialanya.
Selamat Edooo….proud of you

Senyum Kebanggaan

Senyum Kebanggaan