Dingin-Dingin di Dubai (Part 2)

(part 1)

Keluar dari Dubai Mall, kami masuk ke Mall of Emirates. Shopping lagi? Ow, tidak. Kali ini kami mau main salju di Dubai Ski yang ada di dalam mal itu.

Di area seluas 22.500 m2 itu, area untuk ski ditutupi dengan salju asli. Untuk menjaga salju itu, suhu di Ski Dubai dibuat mencapai minus 2 derajat celsius. Ski Dubai juga dilengkapi fasilitas chairlift atau lift kursi yang biasa digunakan oleh pemain ski untuk menuju area yang tinggi.

es3

Untuk pengunjung yang tidak memiliki perlengkapan ski, bisa pinjam perlengkapan ski seperti jaket anti basah, celana anti basah, sepatu ski, ski poles atau tongkat ski. Buat anak-anak akan disediakan helm. Semua perlengkapan sudah tersedia di sana. Tinggal sesuaikan aja dengan ukuran tubuh kita.

Kalau nggak pengin main ski (kayak saya), bisa juga cuma main salju di Snowpark-nya. Selain nyobain chairlift, giant ball, twin track bobsled runs, dan tobogganing hills (perosotan salju).

es2

Oia, kita juga bisa main sama penguin. Waktu itu, saya dan rombongan dapat kesempatan untuk bisa berfoto dan memegang penguin. Duh, rasanya pengen bawa pulang satu ekor, deh. Abis, gemesiin banget penguinnya.

Penguin-penguin itu memang dikondisikan seperti habitat aslinya. Eh, saat main bareng penguin, kita nggak boleh berisik, ya. Karena bisa bikin si cute itu stres. Beberapa menit setelah berinteraksi dengan penguin, si penguin sempat ngerasa boring. Tapi, lagi-lagi, nggak boleh dipaksa. Oleh sang pelatih, dia dibiarin jalan-jalan dulu dan makan ikan. Sampai dia mau kembali difoto.

Oia, saat memegang penguin, nggak sembarangan juga loh. Yang dibolehin yaitu sisi samping dan bagian kepala dan punggung. Tuh kan bener-bener imut kan? *Eh jangan gagal fokus loh* si penguin maksudnya, bukan sayaaahh…

es1

Cerita Dubai yang lain? Tunggu di postingan berikutnya.

Iklan

Update Gadget, Update Lifestyle di WTC eMall

Ingat gadget (gawai), pasti ingat WTC. Yup. Mal yang terletak di Jl Pemuda Surabaya itu memang jadi ikon penyedia gawai dan kebutuhan IT terlengkap di Surabaya, bahkan Jawa Timur.

Eh, tapi kalau kamu mengira WTC cuma tempat jual gawai dan segala aksesorinya, itu salah besar. Pasalnya, WTC bertransformasi menjadi eMall berkonsep lifestyle. Tempatnya lebih cozy. Saya aja sampai kaget saat memasuki WTC eMall pada Jumat (10/2) lalu. Bener-bener memberikan ambience yang berbeda dibandingkan sebelumnya.

Mencari tempat parkir untuk mobil nggak susah karena lahannya memang luas. Masuk melalui pintu mall lantai dua, saya langsung menuju rooftop di lantai 6 yang difungsikan sebagai food court dan community corner. Namanya Food Galeria.

Dikelilingi jendela-jendela yang lebar membuat area tersebut terang benderang. Jajaran tenant makanan yang beragam, mulai rujak, pempek, nasi bebek, bakso, soto, masakan padang, sampai resto fast food seperti KFC dan NFC yang sukses bikin perut makin keroncongan.

Setelah beberapa menit galau lantaran bingung mau pilih menu apa, akhirnya saya memutuskan pesan seporsi bubur ikan dari tenant Gloria Noodle. Sekilas penampakannya mirip bubur ayam. Tapi daging ayam diganti dengan ikan tenggiri ditambah irisan telur rebus, cakue, dan kerupuk ikan. Soal rasa, nggak usah ditanya ya…gurih dengan porsi pas di perut.

Karena membidik market anak muda, desain food court Food Galeria dibikin bergaya rustic modern dengan banyak spot yang instagramable. Saking detailnya, untuk meja food court dipilih yang bahannya tidak memantulkan cahaya. Pastinya itu membantu saya yang skill fotografinya acak kadut bisa bikin gambar lebih bening.
Kalau bosan dengan suasana indoor, bolehlah nongkrong sambil menghirup udara segar dengan pemandangan Kota Surabaya di area open space. Fasilitas itu memang ditujukan buat co-working. Jadi, jangan heran ya kalau ngeliat sekelompok orang asyik diskusi atau nggethu (serius) mantengin notebook di food court WTC eMall.

Yang makin bikin betah lagi, wifi-nya lancar jaya plus dilengkapi colokan listrik. Jadi, nggak khawatir bakal lowbat atau terhambat koneksi internetnya. So, nggak salah kan kalau kita menobatkan WTC eMall jadi tempat nongkrong asyik buat komunitas.

Biarpun asyik nongkrong, ibadah jangan lupa. Nggak perlu keluar dari area Food Galeria karena di sana tersedia tempat ibadah. Buat keluarga yang bawa balita pun bisa memanfaatkan nursery room kalau mau gantiin diapers si dedek. Toilet? Dijamin bersih.

Acara makan-makan di Food Galeria sudah kelar? Jangan buru-buru keluar. Letakkan piring dan gelas kotor bekas makanan dan minuman kita ke tray station. Itung-itung membudayakan hidup bersih, kan?

Masih urusan kuliner, di lantai dasar ada kafe Excelso. Lanjut ke lantai tiga bisa icip-icip di Ijen Café dan Tong Tji House. Eh, di lantai 5 ada juga Warung Si Neng yang terkenal dengan gulai kepala ikan. Komplet, kan?

Fasilitas lainnya, ada juga perbankan yang buka di WTC eMall. Salah satunya, BNI yang tetap buka pada Sabtu. Ditambah konter ATM dari berbagai bank melengkapi WTC eMall.

Pengalaman belanja berbagai kebutuhan gawai pun jadi lebih seru di WTC eMall. Belum lagi, outlet-outlet-nya kerap menghelat berbagai program belanja yang pantang dilewatkan.


INFO

WTC e-Mall

Jl Pemuda No 27-31  Surabaya

Instagram @wtc_emall

Like Fanpage @wtc e-mall

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition WTC eMall Surabaya

Belajar-Bermain di Kampoeng Kidz, Batu

Main yuk main…ke mana? Kali ini, EdoMitaGita pengen cerita serunya main di Kampoeng Kidz, Batu Malang di awal Januari lalu.

Apa sih Kampoeng Kidz itu? Kalau warga Surabaya dan sekitarnya pasti udah tahu kan ya. Intip di SINI aja tentang Kampoeng Kidz.
Sebelumnya, pada 2014, Edo udah pernah ke Kampoeng Kidz untuk ikutan Jambore Kids. Dia menginap di sana semalam. Ceritanya sila tengok di SINI

edo revisi

Balik lagi ke aktivitasEdoMita di Kampoeng Kidz, ya.

Kami sudah tiba di Kampoeng Kidz sekitar pukul 09.00. Kami disambut oleh tim Kampoeng Kidz yang semuanya adalah pelajar SMA Selamat Pagi Indonesia. Oia, udah tahu kan sekolah itu? Yap. SMA Selamat Pagi Indonesia, sekolah gratis untuk siswa tak mampu dari seluruh Indonesia yang digagas oleh Yulianto Eka Putra.
Selain mendampingi anak-anak yang beraktivitas di Kampoeng Kidz, para siswa itu juga diserahi tanggung jawab untuk mengelola lini bisnis yang ada, seperti kantin dan suvenir. Kemampuan para siswa itu tak perlu diragukan lagi. Mereka sangat luwes dalam berinteraksi dengan pengunjung. Apalagi, ketika mendampingi anak-anak yang beraktivitas di Kampoeng Kidz, bener-bener mirip mentor, deh. Bahkan, mereka kerap melakukan beberapa atraksi hiburan untuk para pengunjung.

photoAksi siswa SMA Selamat Pagi Indonesia saat Jambore Kids di Kampoeng Kidz, Batu, Malang pada 2014 silam.

DSC00065

DSC00067

Ada beberapa paket aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak usia 5-12 tahun. Sebenarnya, anak-anak pengen nyoba yang paket adventure, tapi mulainya pukul 13.00. Sedangkan untuk paket entrepreneurship dimulai pukul 10.00. Ya sudah, akhirnya anak-anak ambil paket entrepreneurship. Di paket itu, anak-anak diberi gambaran gimana sih menjadi seorang pengusaha cilik.

DSC00059

Ternyata, paketnya nggak seserius namanya. Aktivitasnya fun banget.
Sebelum mulai ’’perjalanan’’, anak-anak dikumpulkan di lapangan lebih dulu. Mereka diajak menyanyi dan menari sambil berkenalan dengan teman sekelompok dan kakak pendamping.

DSC00070

Tujuan pertama, anak-anak yang ikut paket entrepreneurship diajak ke wahana pengusaha peternakan. Mereka memberikan makan kambing dan kelinci di kandangnya. Juga, ngasih makan ke kolam ikan. Anak-anak dijelaskan mengenai produk-produk apa saja yang bisa diperoleh dari hewan itu dan gimana cara memeliharanya.

 

DSC00080

DSC00085

 

Lanjut ke wahana pengusaha pertanian dengan mengunjungi kebun jagung. Waaah…metik jagung segala. Masing-masing anak dapat enam jagung. Haha… buat bakar-bakar ya, nak. Apa lagi, jagung di ladang Kampoeng Kidz itu ditanam secara organik. Jadi, lebih fresh and healthy.

DSC00167

DSC00152

Setelah jadi ’’petani’’ anak-anak diajak makan siang di resto Kampoeng Kidz. Oia, paketnya itu udah termasuk makan siang. Resto di Kampoeng Kidz dikelola juga oleh siswa SMA Selamat Pagi. Tuh kan, mereka bener-bener learning by doing.

DSC00140

Kelar makan siang, langsung cuuus ke kolam ikan. Waktunya mancing. Aktivitas di kolam ikan nggak cuma mancing, tapi juga ngasih makan ikan pakai dot.

DSC00091

DSC00120

Lanjut, mereka masuk ke wahana pertambangan, seperti di dalam gua. Ngapain aja di sana? Mereka diberi ”bongkahan batu”. Pura-puranya nih, bongkahan batu itu dibelah dan dipotong-potong. Kemudian, dipoles dan dihaluskan. Jadi seperti akik gitu deh. Hehe..

DSC00130

Terakhir, anak-anak diajak menjadi pengusaha kuliner. Mereka diajak bikin pancake. Walah, pada berebut ngasih topping kesukaan dan langsung nyaaammm…Makan lagi.

DSC00173

DSC00192

Udah ah, capek. Tapi, para bocil masih seger buger. Nggak ada raut wajah kelelahan. Padahal, sudah pukul 14.00. Mereka malah pengin ikut yang paket adventure. Jiyaaah…lain kali aja ya kids.

Memang sih, saya aja yang orang tua betah banget di Kampoeng Kidz, apalagi anak-anak. Eh, mereka bawa banyak buah tangan, ada history book dan foto-foto selama beraktivitas. Seruuuu….

 

Bukan Balita Lagi

Dia sudah menginjak lima tahun. Entah berapa banyak pujian yang aku lontarkan untuk putri keduaku selama ini. Aku sangat bangga menjadi ibunya. Dia tumbuh jadi anak perempuan yang cantik, pandai, lembut, sopan. Dia begitu istimewa. Terkadang, aku merasa bersalah karena kerap meninggalkannya karena urusan pekerjaan. Tapi, aku yakin, dia tahu bahwa aku sangat mencintainya.
Dia, Lucy Paramita Candrakirana, kami memanggilnya, Mita.

Teringat lima tahun silam, ketika proses persalinan, pak suami bertekad menemaniku. Bahkan, dia menolak penugasan dari kantornya. Padahal, tugas itu sangat diimpikannya.
Teringat, lima tahun silam, abang Edo belum mau menerima kehadiran sang adik. Namun, seiring berjalannya waktu, EdoMita seakan tak terpisahkan.
Teringat, lima tahun silam hingga berusia dua tahun, Mita lulus ASI eksklusif. Jujur saja, hal itu membuat saya bangga. Meskipun saya bekerja, tetap bisa melakukannya.
Teringat, lima tahun silam hingga sekarang, Mita belum mengenyam pendidikan formal. Tapi, entah nanti, apakah sekolah formal jadi pilihannya di kemudian hari.

Ah Mita, gadis mungil, kriwul yang menggemaskan, kini sudah lima tahun.
Banyak cinta untukmu

Jaga adik ya, bang

Jaga adik ya, bang

mitakecil

mitakecil

Ngadem Semalam di Purnama Hotel, Batu

aktivitas edomita

Surabaya lagi gerah-gerahnya. EdoMitaGita jalan-jalan ke Batu. Ke Batu lagiii??? Hahaha…Iya, hampir seminggu sekali, main ke sana. Asiknya, dua minggu lalu (7 November), kami nginep di Purnama Hotel.

Waah…EdoMita langsung sumringah begitu tahu kalau diajak nginep di Purnama Hotel. Itu artinya, mereka bisa berenang di kolam dengan air yang bersih dan seger, main di playground yang luas, makan di resto dengan view yang cantik. Pokoknya, nginep di hotel ini jadi favorit mereka.

Memang sih, hotel yang terletak di Jl Raya Selecta 1-15, Batu ini udah rada jadul, tapi tetap terawat. Cocok banget untuk istirahat bersama keluarga.

Room-nya nyaman meski tanpa AC. (iyalah, udara di Batu udah uadeeeem). Beberapa kali nginep di kamar tipe superior dan deluxe, tapi sayang, view-nya kurang oke karena langsung berhadapan dengan room lain. Mungkin, lain kali harus nyoba tipe room Gardenia yang langsung menghadap taman cantik. Biar kalo anak-anak main, emaknya bisa ngawasin…

Lihat pos aslinya 385 kata lagi

Catatan Buat Ortu, Agar Anak Suka Jamu

aktivitas edomita

Anak sakit tentu bikin panik. Sehari setelah kami pergi berlibur, Mita, anak keduaku sakit. Dia mengeluh perutnya sakit. Aku pikir cuma kebelet pup. Namun, sorenya badannya malah panas. Haduuuh…Berbagai usaha saya lakukan, antara lain, mengolesi perutnya dengan minyak dan mengompres pakai air hangat. Tapi, masih saja dia melilit kesakitan. Akhirnya, mama mengambil sedikit kunyit dan diparut. Kemudian diperas dan dicampur madu. Mita menenggak perasan kunyit dan madu itu sekitar lima sendok makan. Berangsur-angsur, panasnya turun dan sudah nggak mengeluh sakit perut lagi. Sekitar 10 jam kemudian, mama memberinya perasan kunyit dan madu lagi. Puji Tuhan, keesokan harinya Mita sudah baikan dan nggak perlu dibawa ke dokter.

Beberapa hari kemudian, gantian Edo, anak pertamaku yang panas tinggi. Dikasih obat penurun panas nggak mempan. Ramuan dari kunyit dan madu pun diberikan. Ditambah lagi dengan menggosok badan Edo pakai minyak kayu putih, bawang merah, dan jeruk nipis. Hasilnya, cespleng. Suhu tubuh Edo pun…

Lihat pos aslinya 644 kata lagi

Hai Ibu-Ibu Hamil, Ayo Traveling

Positif. Saya hamil anak ketiga. Harusnya, disambut dengan suka cita, ya. Tapi, saya malah uring-uringan nggak jelas. Masih shock karena di luar perkiraan. Yah, kebablasan ceritanya.
”Kasihan si dedek loh, kalau ibunya galau bin mellow terus,” kata pak suami.
Hmmm…iya juga.
Ibu hamil yang bahagia akan melahirkan bayi yang sehat. Bahkan, dapat mengurangi rasa sakit ketika proses melahirkan, dan menurunkan risiko terjadinya tindakan medis lanjutan, seperti operasi caesar atau induksi. (kompas.com).

Dan, bahagia itu adalah traveling. Yipiii…

Beruntung, kondisi kandungan saya yang ketiga ini sehat dan kuat, baik janin maupun emaknya. So, mau pergi ke mana aja, ayo.

Surabaya-Jakarta-Bogor

Belum genap tiga bulan usia kehamilan, si dedek dalam perut udah digembol dari Surabaya ke Jakarta plus Bogor. Pergi rame-rame bareng keluarga, seruuu…
Di Jakarta, tujuannya ke Kidzania. Si abang Edo dan kakak Mita asyik mencoba banyak permainan peran yang ada di Kidzania.

Edo kerja dulu ya. Jadi pilot di Kidzania

Edo jadi pilot di Kidzania

Mita bikin pizza

Mita bikin pizza di Kidzania

Utak atik mobil dapet duit ya Edo

Utak atik mobil dapet duit ya Edo

Dari Kidzania, anak-anak digiring ke Jungleland Adventure Theme Park JungleLand, Sentul City, Bogor. Wedeeew, view-nya keren dengan latar Gunung Pancar.
Puluhan permainan seru siap dieksplor sampai pukul 10 malam, mulai wahana anak-anak yang fun hingga wahana yang menantang nyali. Sayang, nggak semua permainan bisa saya coba. Kapan-kapan ke sana lagi, ah.

Nekad nyobain naik roller coaster

Nekad nyobain naik roller coaster

Viewnya keren

Viewnya keren

Dari atas bianglala, terlihat kerlip lampu Kota Bogor

Dari atas bianglala, terlihat kerlip lampu Kota Bogor

Terbang ke Bali

Menginjak usia kehamilan bulan keempat, saya tergoda untuk liburan ke Bali. Mumpung saya dan suami dapat cuti dari kantor, bisa rombongan bareng keluarga besar, pula.
Destinasi yang kami tuju antara lain Uluwatu untuk nonton tari kecak, ke Batubulan untuk nonton tari barong, ke Pantai Lovina untuk hunting lumba-lumba, Bali Zoo, Tanjung Benoa, dan Pantai Pandawa.
Bali memang tujuan wisata yang komplet. Kita bisa menikmati alamnya yang penuh pesona dipadu dengan keindahan budayanya.

Hunting lumba-lumba di Lovina

Hunting lumba-lumba di Lovina

Full. Saat nonton tari kecak di Uluwatu

Full. Saat nonton tari kecak di Uluwatu

Bedugul

Bedugul

Tahun Baru Plus Ziarah ke Kediri

Sepulang dari Bali, saya masih mupeng untuk merayakan pergantian tahun 2014 di gereja Puhsarang, Kediri. Gereja yang dibangun pada 1936 ini sangat unik. Atapnya berbentuk seperti kubah dengan salib di atasnya. Altar yang ada dalam gereja dibuat dari batu massif, kemudian dipahat. Di atas altar terdapat relief dari batu bata merah yang disusun tanpa semen, tapi menggunakan campuran air, kapur dan gula. Relief tersebut menggambarkan ajaran kitab suci.
Bangunan gereja pun secara unik dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari batu-batu. Tampak sangat kokoh. Sampai sekarang, misa di gereja tersebut diadakan dalam bahasa Jawa diiring gending serta gamelan. Umat pun mengikutinya dengan lesehan (duduk di lantai). Sangat syahdu.

Pada kompleks gereja tersebut terdapat miniatur gua Maria yang juga dari batu. Namun, karena bentuknya terlalu kecil, pada 1998 mulai pembangunan gua Maria Lourdes yang merupakan replika Gua Maria Lourdes di Perancis. Lokasinya hanya beberapa meter dari kompleks gereja. Di kawasan gua Maria Lourdes tersebut kerap diadakan misa besar yang diikuti oleh umat Katolik dari daerah lain.

Para pemuda gereja Pusahsarang sedang latihan koor di dalam gereja

Para pemuda gereja Pusahsarang sedang latihan koor di dalam gereja

Tampak kubah gereja

Tampak kubah gereja

Batu Jadi Favorit

Tapi, selama hamil, saya paling suka ke Kota Batu. Udaranya seger dan kulinernya yahud. Hehe…Selain itu, banyak tempat wisata asyik di Batu. Antara lain, Jatim Park 1,2, Eco Green Park, Batu Night Spektakuler, Museum Satwa, Museum Angkut, Songgoriti, dan Selecta.

Anak-anak saya demen banget kalau diajak ke Selecta. Ada playground, kolam renang, waterpark, taman bunga, becak air, flying fox, dan berkuda.  Belum lagi, ada pasar buah dan sayur segar di kompleks Selecta.

menikmati udara segar Kota Batu

Taman Bunga Selecta

Syuuut...adek meluncur di atas taman bunga

Syuuut…adek meluncur di atas taman bunga

Jalan-Jalan di Dalam Kota Surabaya

Nggak cuma ke luar kota, anak-anak sering nodong saya untuk jalan-jalan di dalam Kota Surabaya. Salah satunya mengunjungi Pantai Kenjeran. Selain menawarkan pantai, di kawasan itu terdapat patung Buddha empat wajah yang diresmikan pada 2004. Bangunan utama dari patung ini berukuran 9 × 9 meter dan termasuk kubah yang mencapai 36 meter.

Maaf, foto patung Budha-nya kurang jelas.

Tampak megah

Meski perut sudah terlihat membuncit, saya tak ketinggalan nonton pertunjukan musik jazz. Sekalian ajak si sulung yang juga demen ngejazz.

Si sulung juga demen jazz

Si sulung juga demen jazz

Efek traveling yang membawa kebahagiaan itu rupanya benar-benar mujarab membantu kelancaran persalinan saya yang berlangsung secara alami. Setelah melalui kontraksi sekitar 1 jam, akhirnya lahir anak ketiga saya. Puji Tuhan.

Sebelum Traveling, Pastikan Tubuh Fit

Sebelum traveling, saya memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Tak hanya itu, kendaraan yang akan membawa saya ke tempat-tempat wisata itu pun harus nyaman dan aman. Salah satu mobil yang masuk dalam daftar itu adalah Toyota Agya.

Tampil elegan

Tampil elegan

Beberapa fitur keamanan dibenamkan dalam mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) ini. Di antaranya, kantung udara ganda di depan, sabuk pengaman pre tensioner & force limiter, dan body reinforcement serta SRS airbag. Dilengkapi juga dengan ISOFIX untuk mengikat baby car seat.

Utamakan kenyaman dan keamanan

Utamakan kenyaman dan keamanan

Jenis City Car, Tenaga Besar, Interior Longgar

Toyota Agya juga sangat memperhatikan kenyamanan penumpang dengan menghadirkan air freshener lever. Fitur ini untuk mengganti udara kabin yang diputar AC dengan udara luar yang lebih segar. Mobil berkapasitas empat penumpang ini mengusung desain dinamis, efisien, sekaligus modern. Ada tiga tipe Agya yang bisa dipilih, varian Medium Grade (E), High Grade (G), dan TRD Sport. Semua tipe menawarkan transmisi manual dan matik.

Mesin 1 KR DOHC 998 cc pada Agya dilengkapi dengan 3 cylinder in line 12 valves. Daya maksimal mencapai 65,3 ps/6.000 RPM. Sangat handal melahap rute tanjakan maupun menempuh perjalanan jauh. Sedangkan torsi maksimal adalah 8,8 Kgm pada 6.000 RPM. Saat diujicoba di laboratorium, Agya hanya memerlukan 1 liter bensin per 21 km. Sangat irit.

Speedometer

Speedometer yang dilengkapi dengan fitur MID

Untuk tipe High Grade dan TRD Sport, dashboard-nya tampil mewah dengan fitur Chrome A/C Register, Chrome list combination meter, dan 2 Din Integrated Audio dengan CD, MP3, radio, USB, dan aux serta chrome parking brake knob. Ditambah fitur multi information display (MID) yang menampilkan indikator bensin digital, jam, dan lampu eco. Kedua varian itu juga dilengkapi dengan electric outer mirror, 6 spoke alloy wheel 175/65 R14, headlamp, serta foglamp dengan aksesori krom.

mewah

dok: toyotaastra.co.id

Kesan sporty nan dinamis ditampilkan pada tipe TRD Sport dengan adanya aerokit di bagian depan, samping, dan belakang. Sementara itu, di tipe medium grade, Agya dilengkapi fitur speedometer dan 1 Din Audio CD/MP3/USB/Aux.

Meski bertipe city car hatchback mobil dengan panjang sekitar 3,6 meter ini terasa lega dan lapang, begitu pun untuk bagasinya. Bahkan, penumpang di bagian belakang banyak mendapat ruang longgar seperti pada mobil jenis MPV. Mobil ini pun sudah dilengkapi power window, power lock, hingga pengatur spion otomatis kecuali pada tipe medium grade. Asyiknya lagi, nuansa Indonesia tercermin dari logo Garuda pada bagian depan mobil Toyota Agya. Jadi, mengendarai Toyota Agya sama dengan cinta Indonesia.

Lapang

Lapang

Nah, ayo ibu-ibu yang lagi hamil, tak perlu ragu beraktivitas bareng Toyota Agya. Lebih aman, nyaman, dan keren.

My Agya, My Style!

Sumber foto Toyota Agya: Toyota Astra

Sumber foto traveling: Pribadi