Dingin-Dingin di Dubai (Part 2)

(part 1)

Keluar dari Dubai Mall, kami masuk ke Mall of Emirates. Shopping lagi? Ow, tidak. Kali ini kami mau main salju di Dubai Ski yang ada di dalam mal itu.

Di area seluas 22.500 m2 itu, area untuk ski ditutupi dengan salju asli. Untuk menjaga salju itu, suhu di Ski Dubai dibuat mencapai minus 2 derajat celsius. Ski Dubai juga dilengkapi fasilitas chairlift atau lift kursi yang biasa digunakan oleh pemain ski untuk menuju area yang tinggi.

es3

Untuk pengunjung yang tidak memiliki perlengkapan ski, bisa pinjam perlengkapan ski seperti jaket anti basah, celana anti basah, sepatu ski, ski poles atau tongkat ski. Buat anak-anak akan disediakan helm. Semua perlengkapan sudah tersedia di sana. Tinggal sesuaikan aja dengan ukuran tubuh kita.

Kalau nggak pengin main ski (kayak saya), bisa juga cuma main salju di Snowpark-nya. Selain nyobain chairlift, giant ball, twin track bobsled runs, dan tobogganing hills (perosotan salju).

es2

Oia, kita juga bisa main sama penguin. Waktu itu, saya dan rombongan dapat kesempatan untuk bisa berfoto dan memegang penguin. Duh, rasanya pengen bawa pulang satu ekor, deh. Abis, gemesiin banget penguinnya.

Penguin-penguin itu memang dikondisikan seperti habitat aslinya. Eh, saat main bareng penguin, kita nggak boleh berisik, ya. Karena bisa bikin si cute itu stres. Beberapa menit setelah berinteraksi dengan penguin, si penguin sempat ngerasa boring. Tapi, lagi-lagi, nggak boleh dipaksa. Oleh sang pelatih, dia dibiarin jalan-jalan dulu dan makan ikan. Sampai dia mau kembali difoto.

Oia, saat memegang penguin, nggak sembarangan juga loh. Yang dibolehin yaitu sisi samping dan bagian kepala dan punggung. Tuh kan bener-bener imut kan? *Eh jangan gagal fokus loh* si penguin maksudnya, bukan sayaaahh…

es1

Cerita Dubai yang lain? Tunggu di postingan berikutnya.

Iklan

Terpukau Hotel Bintang Tujuh (Dubai Part 1)

Awal 2016 lalu, saya sempat ngetrip ke Dubai. Tapi sayang nggak bawa anak-anak. Padahal, kalau bawa anak-anak, seru loh. Banyak destinasi keren yang bisa dimasukkan dalam daftar must visited buat anak-anak usia SD ke atas. Mumpung mau liburan akhir tahun nih, kenapa nggak cuss ke Dubai.

 

Perjalanan selama sekitar 8 jam dari Jakarta-Singapura-Dubai, cukup melelahkan. Tapi, langsung segar kembali ketika disambut dengan udara malam yang sejuk menyentuh kulit tubuh. Sebenarnya, perut belum lapar sangat. Namun, staf dari Dubai Tourism Board yang mengundang saya dan rombongan media Indonesia tetap mengajak kami makan malam di sebuah resto India. Beruntung, hidangan yang disajikan rasanya pas di lidah.

mydubai1

Setelah itu, kami pun diantar untuk beristirahat di Hotel JW Marriott Marquis yang ditetapkan dalam Guinness Book of World Records sebagai hotel tertinggi di dunia. Soal kenyamananya sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Paling bingung kalau pas sarapan. Menu makanannya bervariasi, mulai masakan Italian, Japanese, Chinese, Indian, dan Arabian, vegetarian, non vegetarian, semua ada.

Hari pertama trip di Dubai, kami diajak ke Burj Al Arab. Bentuk struktur bangunan ini dirancang menyerupai bentuk kapal berlayar. Hotel ini sering disebut-sebut sebagai hotel bintang tujuh karena layanan dan fasilitas yang diberikan sangat mewwwaaaaaahhh.

mydubai3

mydubai4

mydubai5

mydubai10

Semua kamar di hotel itu terdiri atas dua lantai. Di lantai satu ada ruang tamu, ruang makan, dan ruang kerja. Sedangkan lantai atas ditempati ruang tidur dan kamar mandi. Bahkan, Royal Suite seluas 780 m2 yang harganya puluhan juta rupiah per malam ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan pribadi, bioskop pribadi, hingga lift pribadi.

Soal view nya, nggak usah ditanya deh. Seluruh ruangan hotel bakal mendapatkan sea view Teluk Persia yang cantik.

OK1

Puas berkeliling di Burj Al Arab, kami menuju ke Dubai Mall. Dengan luas area 1.124.000 meter persegi, Dubai Mall dinobatkan sebagai pusat perbelanjaan terbesar di dunia. Surganya para shopaholic. Ribuan produk branded bisa didapatkan di mal ini. Apalagi ketika kami dibawa ke Level Shoe District. Ada lebih dari 40 butik sepatu. Koleksinya juga bervariasi, mulai high heels sampai sepatu sport.

mydubai6

mydubai8

Di dalam Level Shoe juga tersedia resto, personal shoe styling, feet therapy, shoe maker, dan shoe repair. Khusus di shoe repair, tersedia berbagai aksesori, warna, dan model untuk menjadikan sepatu bekasmu kelihatan ’’new.”

Keluar dari Dubai Mall, kami masuk ke Mall of Emirates. Shopping lagi? Ow, tidak. Kali ini kami mau main salju di Dubai Ski yang ada di dalam mal itu.

Tunggu ya di postingan berikutnya…