Makin Berwibawa dengan Usia di Angka Istimewa

Wow, 27 tahun. Untuk sebuah tabloid, mampu bertahan hingga melewati ulang tahun peraknya, patut diacungi jempol. Cuma sedikit dan salah satunya Tabloid Nova.
Awal perkenalan dengan Tabloid Nova sekitar 2007. Waktu itu, saya dan beberapa teman membuka toko buku kecil-kecilan. Selain komik, novel, ada majalah, tabloid, termasuk Nova (karena kami juga kerja sama dengan penerbit Gramedia Majalah).
Sambil jaga toko, biasanya saya membaca tabloid atau majalah yang baru terbit. Kali pertama nyomot Tabloid Nova, saya pun langsung jatuh cinta. Saat itu saya membaca di rubrik Kisah.
Saya lupa siapa sosoknya, menceritakan ketegaran seorang ibu yang banting tulang untuk menghidupi anak-anaknya di saat suaminya sudah nggak bisa lagi bekerja. Menggunakan kata ganti orang pertama, membuat cerita di rubrik tersebut makin hidup, bikin pembaca seakan-akan ngobrol langsung dengan sang tokoh.
Nggak cuma itu, benefit untuk toko buku kami pun lumayan dari penjualan Tabloid Nova. Pelanggan Tabloid Nova buanyak, mulai anak kuliahan, perempuan kantoran, sampai ibu rumah tangga. Ini karena isi Tabloid Nova komplet. Ada untuk urusan karier, rumah tangga, seleb, konsultasi, resep masakan, astrologi, cerpen, semua ada deh.
Di usia yang ke-27 ini, semoga Tabloid Nova makin sukses dan terus menginspirasi perempuan Indonesia.

Inspirasi saat Kerja

Inspirasi saat Kerja

Pengennya:
1. Tabloid Nova: Ada rubrik konsultasi kesehatan perempuan. Karena, perempuan Indonesia sekarang sangat concern dengan hal tersebut.
2. Tabloid Nova: Di artikel-artikel tertentu, dikasih barcode untuk gambar bergerak. Misalnya, di rubrik Info Praktis supaya paham benar langkah-langkah pembuatan kreasinya.
3. Tabloid Nova: Sering-sering bikin acara gathering dengan pembaca di kota-kota selain Jakarta, ya. Misalnya, cooking class atau beauty class
4. Tabloid Nova: Bikin rubrik Pahami Lelaki. Karena target pembacanya cewek. Otomatis, kami yang perempuan, pengen tahu dong A to Z-nya kaum lelaki lebih jauh.
5. Tabloid Nova: Kasih bonus ultah dong. Angka 27 kalau ditotal, jumlahnya 9. Angka ini adalah istimewa. Jadi, kasih hadiah buat pembaca yang loyal. Misalnya, melalui kuis yang pertanyaannya diambil dari Tabloid Nova edisi lawas.
6. Tabloid Nova: Kasih bonus hadiah untuk pelanggan baru yang mau berlangganan selama 6 bulan ke depan atau 1 tahun ke depan.
7. Tabloid Nova: Kasih kesempatan untuk perempuan menulis. Selama ini kan cuma bisa muat di cerpen. Sekarang, bisa melalui artikel lepas yang berhubungan dengan perempuan atau artikel perjalanan wisata.

Sekali lagi, untuk tim Tabloid Nova, selamat dan sukses yaaaa..

Tabloid Nova

Tarian Mita

Duh, suka sirik ngeliat orang yang gape main musik atau bertalenta seni lainnya. Lha saya? Suara fales, menari gerakannya kaku, main piano cuma beginner, menggambar hanya bisa gambar gunung. Payah deh saya. Hihihi…
Makanya, ketika Edo suka piano, saya langsung masukin dia ke tempat kursus piano ketika usianya hampir 5 tahun. Ambisi emaknya juga sih sebenarnya. Eh, tapi nggak salah, ternyata Edo juga enjoy dengan pianonya, kok.
Bahkan, pernah menang lomba juga. Ceritanya di mari
Dia suka coba-coba mainin lagu-lagu di luar buku latihannya. Yah, meskipun cuma pake feeling tanpa not balok.

Nah, kalau Edo (saya) pilih (kan) untuk kursus piano, Mita beda lagi. Karena dia nggak betah duduk berlama-lama mainan piano, saya pun mengurungkan niat untuk ikutin Mita kursus piano. Dia memang keliatan lebih demen menari ikutin irama lagu sambil menyanyi gitu.
Hmm..sepertinya diikutin sanggar tari lebih pas ya. Setelah nyari-nyari yang dekat dengan rumah, akhirnya nemu Spectra Dance Studio.
Ada beberapa alasan kenapa saya milih tari tradisional untuk Mita. Saya pengen mengenalkan pada Mita budaya negeri sendiri. Pengen membiasakan telinganya pada gending-gending Jawa juga. Malu kan ya ketika para bule bersemangat belajar tarian Indonesia, kita malah nggak aware dengan budaya sendiri.
Alasan lainnya, biar Mita rutin berolahraga. Emaknya yang khawatir anak gadisnya overweight. Gerakan menari ternyata mirip olahraga. Ada lompat-lompat, jalan jinjit, mendak (gimana ya diskripsinya), dan sebelum menari, mereka juga melakukan pemanasan supaya lentur.

Angkat Badannya...Hop

Angkat Badannya…Hop


Oia, ikut di sanggar tari itu juga sebagai ajang sosialisasi bagi Mita yang sampai sekarang mengenyam home education.
Latihan yang hanya seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu dirasa kurang oleh Mita. Dia kerap minta latihan nari sendiri di rumah. Aih, senengnya Adek Mita menari. Sampai sekarang, Mita sudah belajar tari dongklak, semut, dan rampak.
Karena masih usia empat tahun, Mita belum wajib ikut ujian tari. Baru pada usia tujuh tahun, sanggar mengharuskan peserta didiknya untuk ikut ujian tari.

Tarian Mita memang belum sempurna. Namun, dia sangat menikmati setiap gerakannya. Membiarkannya berekspresi, menari sepenuh hati mengikuti iringan musik.

Adek Mita Paling Imuuuttt

Adek Mita Paling Imuuuttt

Hunting Lumba-Lumba di Lovina

Saat itu masih pukul 03.00 pagi. Kantuk masih menyergap. Tapi, kami harus berkemas menuju ke Pantai Lovina. Dari penginapan di kawasan Kuta, Bali, perjalanan menuju ke Pantai Lovina yang terletak di Utara Pulau Bali ini memakan waktu kurang lebih 2,5-3 jam.
EdoMita pun tak ketinggalan ikut dalam aksi ’’berburu’’ lumba-lumba langsung dari habitatnya di Pantai Lovina. Hehe…
Karena duo krucil terbiasa sarapan, saya pun sudah menyiapkan bekal roti tawar, telur rebus, dan susu untuk mengganjal perut sementara. RIbet? Iya sih. Tapi, daripada mereka sakit gegara nggak sarapan.
Kondisi jalan dari Kuta menuju Pantai Lovina berkelok-kelok. Jadi, kalau nggak kuat, kadang bikin pusing juga. Sebaiknya, disiapin aja minyak angin untuk jaga-jaga kalo mabok.
Sampai di tekape sekitar pukul 06.00 pagi. Untuk melihat langsung lumba-lumba memang disarankan pagi sampai kira-kira pukul 09.00. Dari pantai, kita masih harus menyewa perahu kecil atau jungkung menuju ke tengah laut.
Beruntung, kami sudah di-booking-kan perahu lebih dulu oleh jasa tur travel Athana Tour And Travel – PT Abizar Wisata. Dengan gitu, kami nggak perlu antre dan nyari-nyari perahu lagi.

Ternyata, nggak semudah perkiraan menemukan lumba-lumba yang bermain-main di tengah laut. Kita mesti jeli melihatnya. Saat itu memang pengunjung pantai Lovina yang ingin melihat lumba-lumba sangat padat. Maklum, lagi musim liburan. Sebenarnya, kasian juga sih lumba-lumbanya. Mungkin stres atau ketakutan ya karena diburu oleh banyak orang yang ingin melihat langsung.
Setiap kali gerombolan lumba-lumba muncul, perahu-perahu langsung mendekati mereka. Alhasil, mamalia cerdas itu masuk lagi ke laut. Yaaaah…
Hal ini bisa jadi tips bagi pengunjung Pantai Lovina yang ingin melihat langsung atraksi lumba-lumba di habitatnya. Sebaiknya, hindari saat musim liburan.

Saat yang tepat Berburu Atraksi Lumba-Lumba

Saat yang tepat Berburu Atraksi Lumba-Lumba

Itu lumba-lumbanyaaaa...

Itu lumba-lumbanyaaaa…

Kok Emaknya yang Mejeng? *gagalfokus*

Kok Emaknya yang Mejeng? *gagalfokus*

Wisata Sejarah Kota Surabaya

Surabaya kan dikenal dengan Kota Pahlawan nih. Ada banyak tempat bersejarah yang terkadang kita lupa dan hanya lewat gitu ajah.

Jembatan Merah

Jembatan Merah Surabaya sangat populer. Sampai-sampai dibikin lagu oleh Gesang. Nah, bangunan yang terletak di kawasan Utara ini mulanya untuk menghubungkan Surabaya sebelah Timur dan Barat. Sebelah Timur merupakan area pedagang dan pelaut asing. Sedangkan sebelah Barat adalah kawasan pemerintahan kolonial Belanda.
Jembatan Merah sendiri dibangun atas kesepakatan Pakubuwono II dari Mataram dengan VOC, sejak 11 November 1743. Sejak saat itu, daerah Jembatan Merah menjadi kawasan bisnis dan menjadi jalan satu-satunya yang menghubungkan Kali Mas dan gedung pemerintahan di Surabaya. Jembatan Merah berubah secara fisik sekitar tahun 1890-an.

Saat itu, pagar pembatas diubah dari kayu menjadi besi. Sekarang, Jembatan Merah menghubungkan kawasan Rajawali dengan pusat bisnis pecinan di daerah Kembang Jepun, Surabaya.
Di sekitar jembatan itu, terdapat beberapa bangunan peninggalan Belanda yang masih difungsikan. Selain itu, terdapat pula pusat perbelanjaan yang terkenal di Surabaya, yaitu, Jembatan Merah Plaza.

sumber: panduan wisata.id

sumber: panduan wisata.id

Gedung Internatio

Di dekat Jembatan Merah Surabaya, terdapat Gedung Internatio atau Internationale Crediten Handelvereeniging. Gedung ini adalah salah satu bangunan peninggalan sejarah pada masa penjajahan Belanda yang ada di Surabaya. Awalnya, Gedung Internatio atau Internationale Crediten Handelvereeniging adalah sebuah perusahaan Asosiasi Komersial dan kredit Internasional Rotterdam.

Banyak peristiwa penting dari masa lampau. Salah satunya peristiwa 10 November 1945. Saat itu, arek-arek Suroboyo mengepung gedung itu. Hingga terjadi ledakan dari mobil yang ditumpangi Brigjen Mallaby yang mengakibatkan Mallaby tewas di dekat gedung ini.Bangunan yang terletak di sudut Jl Jayengrono Surabaya ini memiliki dua lantai, yang masih terlihat kokoh padahal sudah berdiri sejak1931.

gedung-internatio4


Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan terletak di pusat kota Surabaya, di antara Jl Pahlawan, Jl Bubutan, Jl Tembaan, dan Jl Kebon Rojo. Tepatnya di depan kantor Gubernur Jawa Timur.
Monumen ini dibangun untuk menghormati pahlawan selama pertempuran besar melawan tentara sekutu yang dilumpuhkan oleh NICA dan yang ingin menduduki Surabaya pada 10 November 1945. Dibangun dalam bentuk paku terbalik dengan ketinggian 40,45 m dengan diameter 3,10 m dan di bagian bawah diameter 1,30 m. Di bawah monumen dihiasi dengan ukiran Trisula bergambar, Cakra, Stamba, dan Padma sebagai simbol api perjuangan. Gagah sekali.

Masuk halaman Tugu Pahlawan ini gratis. Tapi, kalau mau masuk Museum 10 Nopember, baru bayar sekitar Rp 5.000. Museum ini dibuka sejak tahun 2000 ini berada di kawasan Tugu Pahlawan. Bangunannya dari luar terlihat menyerupai piramida-piramida kecil.

Dalam museum terdapat diorama tentang perjuangan rakyat Surabaya dan rekaman pidato Bung Tomo yang berhasil membangkitkan semangat berjuang rakyat Surabaya. Koleksi lainnya adalah berbagai benda peninggalan Bung Tomo, peta dan senjata-senjata yang digunakan pada saat berperang melawan Belanda dan sekutunya. Anda juga bisa menyaksikan film dokumenter yang menceritakan pertempuran 10 November 1945.

sumber: tugu pahlawan.com

sumber: tugu pahlawan.com

Monumen Bambu Runcing

Bambu Runcing adalah senjata tradisional yang digunakan oleh tentara Indonesia dalam pertempuran melawan kolonialisme Belanda. Untuk itulah, Monumen dengan lima pilar ini dibangun. Terletak di Jl Panglima Sudirman, Surabaya, monumen ini adalah ikon pariwisata Surabaya yang berhubungan dengan situs sejarah perjuangan bangsa.
Pada waktu tertentu, akan ada air yang mengalir keluar dari bambu runcing, layaknya air mancur. Selain itu, monumen ini dikelilingi oleh taman kecil yang penuh dengan beragam tanaman hias.

bambu runcing

Monumen Kapal Selam
Monumen kapal selam atau Monkasel di Surabaya ini sebenarnya adalah sebuah kapal selam KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Indonesia yang dibuat oleh Uni Soviet pada 1952. Kapal selam ini pernah terlibat dalam pertempuran Aru Samudera untuk membebaskan Papua Barat dari pendudukan Belanda. Kapal Selam ini ini memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,30 meter dan dilengkapi dengan gas uap torpedo berjumlah 12 buah.
Kapal selam ini kemudian dibawa ke daratan dan digunakan sebagai monumen untuk memperingati keberanian pahlawan-pahlawan Indonesia. Letaknya strategis, di Jalan Pemuda, tepat di samping Plaza Surabaya. Di tempat ini juga memiliki pemutar film, yang menampilkan proses perang yang terjadi di Samudra Aru. Ada taman bermain dan kolam renang untuk anak juga di sana. Plus, bisa kulineran berview Kalimas. ASiiik…
Monkasel buka dari Senin sampai Jumat pukul 08.30-22.00 WIB. Dengan keberadaan museum kapal selam ini, membuktikan bahwa Surabaya benar-benar layak disebut sebagai kota pahlawan. Karena hanya ada dua monumen serupa di dunia.

monkasel

Museum WR Soepratman

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Untuk mengenang jasa WR Soepratman, kita dapat mengunjungi museum WR Soepratman di Jalan Tambaksari Surabaya. Di Museum ini bisa dilihat tulisan asli WR Soepratman ketika ia membuat lagu Indonesia Raya pada saat pertama, dan juga biola historis yang menemaninya saat membuat beberapa lagu kebangsaan.Lokasi museum WR Soepratman ini juga berdekatan dengan makam beliau yang meninggal pada 17 Agustus 1938.
replika-patung-di-museum-wr-supratman

Mutiara Indonesia Terdapat di Jawa Tengah

    Tak bisa dipungkiri kalau Jawa Tengah terkenal sebagai pusat budaya dan pariwisata utama di Indonesia. Peninggalan leluhur, kehidupan sosial, adat istiadat, serta kekayaan alamnya terus terjaga keindahannya.
    Ya, potensi alam Jawa Tengah patut diacungi jempol. Banyak spot alamnya yang wajib dikunjungi. Salah satunya kawasan Dieng di Wonosobo dengan Bukit Sikunir-nya. Banyak orang berdatangan menantikan keindahan matahari terbit di atas bukit ini. Tampak langit berurai warna keemasan sebelum mentari menampakkan diri. Dari lokasi bukit, jika langit cerah, akan terlihat Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi.
    Sebagai dataran di pegunungan vulkanis aktif, banyak ditemukan kawah tersebar di Dieng Plateau. Kawah tersebut kebanyakan masih aktif dan dijadikan tempat wisata. Di antaranya, Kawah Sikidang, Kawah Candradimuka, dan Kawah Sileri.
    Di Dieng, Anda bisa juga melihat telaga warna yang memesona. Air di telaga ini terkadang berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi.

Sumber: triphemat.com

Sumber: triphemat.com


Tak ketinggalan, kunjungi Kompleks Candi Arjuna, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara. Di kompleks seluas 1 ha itu terdapat Candi Arjuna, Semar, Srikandi, Puntadewa, Sembadra, dan Setyaki yang ditemukan pada abad ke-18 oleh tentara Belanda, Theodore van Elf, dan kini menjadi salah satu lokasi perayaan Galungan.
    Masih pengen yang sejuk-sejuk? Komplek Baturraden Purwokerto bisa dilirik. Terletak di lereng bagian Selatan Gunung Slamet diketinggian + 640 mdpl. Sebagai salah satu kawasan wisata terbesar di propinsi Jawa Tengah, Baturaden memiliki banyak obyek wisata yang menarik dikunjungi, seperti, Lokawisata, Wanawisata, Rimba Petualangan/Baturraden Adventure Forest, Kebun Raya dengan beragam koleksi tanaman. Cocok untuk wisata edukasi juga untuk anak-anak.
    Cobalah juga sensasi berendam di Pancuran telu dan Pancuran pitu yang merupakan pemandian air panas yang keluar dari Gunung Slamet. Airnya dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
    Baturaden memiliki banyak jasa akomodasi dengan fasilitas yang sangat memadai seperti rumah makan, penginapan, transportasi lokal dan lainnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan tiap wisatawan baik yang dari nusantara atapun mancanegara.
    Wisata alam yang tidak ada duanya bisa ditengok di Air Terjun Gerojogan Sewu, Tawang Mangu. Lokasinya terletak di Kabupaten Karang Anyar. Untuk sampai ke lokasi air terjun butuh banyak perjuangan. Jaraknya cukup jauh sih, dari pintu masuk dan jalannya menurun. Tapi, puas setelah mendapati air tejun yang sangat eksotis itu.

Foto0060
    Kalau wisata pantai yang Anda idamkan, Jawa Tengah punya Karimunjawa. Pesonanya sudah moncer hingga seluruh dunia. Pesona pantainya yang indah dan tenang, serta pemandangan bawah airnya yang bikin dahsyat, membuat Karimunjawa jadi ikon wisata alam Jawa Tengah.
    Jadi, kalau ke Karimunjawa, harus coba aktivitas snorkling dan diving. Untuk mencapai pulau itu, Anda bisa naik kapal ferry atau kapal cepat dari Jepara-Karimunjawa atau Semarang-Karimunjawa. Tapi, sebaiknya Anda melihat dengan cermat jadwal kapalnya supaya perjalanan wisata tetap lancar.

sumber indonesia-tourism

sumber indonesia-tourism


    Masih ada pantai lainnya? Yuk, coba kunjungi Pantai Bandengan. Pasir putihnya yang lembut, membuat pantai ini jadi idola baru di kawasan Jepara. Di pantai ini, pengunjung bisa mencoba permainan air, seperti, kano, banana boat, dan jet ski. Pemandangan saat sunset-nya cantik banget.

    Mengunjungi Jawa Tengah sangat mudah, kok. Kalau privinsi tetangga, Jawa Timur atau Jawa Barat bisa naik kereta atau kendaraan pribadi. Kalau dari luar pulau atau luar negeri, bisa melalui dua bandara udara, yaitu Semarang (Bandara Ahmad Yani) dan Kota Solo (Bandara Adi Soemarmo). Kedua bandara tersebut bahkan telah memiliki layanan penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur.
Jadi, tunggu apa lagi? Ayo wisata alam ke Jawa Tengah.

1 Banner Jan-Feb 2015
Lomba Blog Visit Jawa Tengah

SIRION Sahabat Keluarga Muda

’’Ya ampun Ve, papamu koyok arek enom ae (koyok arek enom artinya seperti anak muda),” kata Don, teman sekantor pas main ke rumah.
’’Lha memangnya kenapa, Don?’’ tanyaku heran.
’’Itu mobilnya ganti Sirion,” katanya.
Ow gitu ya. Jadi, Daihatsu Sirion itu identik sama anak muda.
’’Wkwkwk…iya, papaku demen banget sama Sirion. Katanya, modelnya keren dan ideal untuk dalam kota maupun luar kota. BBM nya irit. Di jalan tanjakan pun kuat,” ujarku kasih alasan kenapa papa beli Sirion pada 2009 itu.

Saya yang waktu itu pakai mobil merek lain, sering pinjam Daihatsu Sirion tipe M punya papa. Wah, kalau saya udah pakai Sirion warna silver metalik itu, rasanya, gaul bingit. Teman-teman pada nanyain mulai harga sampai kenyamanan berkendaranya. Bahkan, tak segan banyak yang ngelongok interiornya. Mereka pun ternyata mengidamkan mobil kota keluaran Daihatsu itu.

Apa lagi, dari segi tampilan eksterior modelnya unik dan modern. Ada sepasang lampu kabut yang menempel di bumper depan, lampu utama dan belakang menggunakan LED yang dapat menyala lebih cepat untuk menambah faktor keselamatan disamping lebih bergaya. Di bagian belakang makin kece dengan spoiler atap, wiper kaca belakang, talang air, serta spion elektrik dengan lampu sein dan side body moulding membuat kesan mewah kendaraan yang terdiri dua versi ini manual dan otomatis.

Dua tahun kemudian, tak disangka, papa menghibahkan Sirion itu padaku. Huaaah…super-surprised. Saya sampai nggak percaya juga. Mungkin kasian kali ya ngeliat saya pakai mobil lama yang kecil bareng duo krucil.

Daihatsu Sirion sendiri, tampangnya nipu banget. Dari luarnya aja keliatan kecil. Tapi, ketika masuk, wow, interiornya lega banget. Bagasinya pun luas. Membawa barang berlebih, tak menjadi soal karena kursi belakang bisa dilipat sampai rata dengan mudah dan cepat. Ini sudah beberapa kali saya buktikan ketika harus ikut pameran. Semua barang saya jejalkan, mulai kursi, meja kayu, standing banner, rak plastik, lha kok semua masuk. Heran juga sih.

Yang bikin Sirion jadi favorit saya, cover jok dilengkapi dengan kulit imitasi paduan hitam dan merah, sangat elegan dan empuk banget, bikin penumpang nyaman. Ditambah lagi, sistem audionya yang terintegrasi CD player dengan 2 speaker juga bikin anak-anak doyan masang CD lagu-lagu kesayangannya di mobil.

Edo Jalan-Jalan dengan Ibu Naik Sirion

Edo Jalan-Jalan dengan Ibu Naik Sirion

Saya sendiri termasuk cewek yang kurang ngeh sama mesin. Sangat beruntung saya punya Sirion yang nggak pernah rewel mesinnya. Saya memang menyerahkan maintenance kendaraan saya pada Bengkel Daihatsu karena berdasarkan pengalaman papa, bengkel Daihatsu, selalu memberikan yang layanan terbaik dengan didukung tenaga-tenaga berpengalaman. Jadi, pasti aman deh.

Benar saja, selama ini, saya selalu tepat waktu untuk melakukan service berkala di bengkel Daihatsu Astra. Beruntung, sampai sekarang, saya nggak pernah mengalami kendala pada mesin. Sirion selalu ready to go deh.

Pelayanan mereka juga all out. Dengan fasilitas booking service, saya tak perlu antre lama-lama. Selain itu, saya sudah diinfokan total biaya perkiraan. Jadi, udah bisa jaga-jaga duitnya. Hihihi…Nggak cuma itu, konsumen juga dikasih garansi. Jika setelah service berkala masih ada yang kurang enak, bisa dibalikin lagi. Gratis.

Sampai sekarang, Daihatsu Sirion tipe M ini masih dengan setia menemani keluarga kecilku. Mobilitasku sehari-hari yang sangat padat, mulai anter anak-anak sekolah dan ngantor plus kunjungan ke klien saban hari sangat terbantu dengan Daihatsu Sirion silverku tersayang.

Konco plek, usianya udah 6 tahun

Konco plek, usianya udah 6 tahun

Untuk kelas mobil kota, Daihatsu Sirion sangat lincah di jalanan. Mau lewat jalanan sempit, body Sirion yang kompak dan ramping nggak kesulitan. Ketika di jalanan lengang, akselerasi mesin tidak lambat. Ini terasa ketika pedal gas diinjak dari posisi diam hingga melaju. Wuuuzzz…

Tak hanya itu, pas banjir, Sirion pun tetap bandel. Saya udah berkali-kali menerabas banjir. Di kala mobil kota lain keok, Sirion tetap jalan terus. Pfffh…

Kebandelan Sirion tak hanya terbukti di dalam kota. Di luar kota pun, Sirion sangat tangguh. Kalau suami pulang (suami dinas di luar kota), kami selalu pergi luar kota. Pegunungan adalah destinasi yang sering kami kunjungi. Dengan mobil bergaya sporty ini, tanjakan demi tanjakan bisa dilewati dengan lancar jayaaa… Bisa jadi, karena mesin yang digunakan (K3-VE), DOHC, VVTi, 4 silinder segaris, berpendingin air, dengan kapasitas 1.300 cc dan berat kendaraan dalam kondisi kosong cuma 930 kg. Jadi, tenaganya kayak kuda.

Sempat tergoda ganti yang lain? Sampai sekarang nggak tuh. Saya masih cinta sama Sirion saya. Kalau pun ganti, saya maunya Sirion juga.

Mobil kota bertampang gagah

Mobil kota bertampang gagah


Saya cinta mati sama Sirion silver metalik saya dan untuk berpaling ke merek lain, kayaknya harus mikir ratusan kali. Apa lagi di tengah harga BBM yang nggak jelas naik turun gini. Sirion memang jawaban buat keluarga muda yang pengin menghemat. BBM nya super-irit, mak. Kalau harus ganti mobil, saya pengennya sih All New Sirion yang mystical purple. Cantiiik dan pas banget buat ibu muda kayak saya. Bwahahaha (ngaku muda).
All New Sirion Paling Gres. Sumber Daihatsu.co.id

All New Sirion Paling Gres. Sumber Daihatsu.co.id

Tulisan ini diikutkan dalam lomba
<a href="” title=”Blogging Competition Slalom Sirion”>

Tari Kecak Uluwatu, Keindahan Alam dan Keunikan Budaya Dalam Satu Paket

    Senja hari itu sangat berbeda. Langit jingga menggelayut di ufuk Barat Pantai Uluwatu. Seiring dengan jatuhnya sang mentari ke peraduan, kami disuguhi sebuah pertunjukan yang mengesankan dan tak terlupakan, tari kecak.
    Area pertunjukan dibuat menyerupai koloseum, lengkap dengan tempat duduk setengah lingkaran untuk penonton. Sekitar pukul 18.00 WITA, sejumlah penari kecak memasuki area lapangan yang sudah dilengkapi dengan tungku untuk menyalakan api di akhir pertunjukan.

Masuk Arena

Masuk Arena


    Terdengar lantunan khas tarian Kecak, ’’Cak cak cak…’’ Uniknya, teriakan yang dilantunkan itu tak menggunakan alat musik, namun bisa menjadi sebuah irama yang harmonis mengiringi gerakan para penari. Meskipun tak ada yang mengomando, mereka bergerak secara serempak. Ada kalanya duduk, terkadang juga berdiri sembari menggerakkan tangan ke atas berbarengan.

Full

Full


    Dalam tarian tersebut sebuah cerita pewayangan bergulir. Berawal dari Dewi Sinta yang diculik oleh Raja Rahwana. Hingga akhirnya, Rama berhasil mendapatkan kembali Dewi Sinta.
    Meskipun dipaparkan dalam bahasa Bali, mereka tetap menyusupkan bahasa Indonesia di dalamnya. Tak perlu khawatir bingung dengan ceritanya, karena saat pembelian tiket pertunjukan, kita akan diberi sinopsis cerita pertunjukan. Untuk wisatawan asing, dalam bahasa Inggris.
    Selain penari laki-laki yang membawakan tarian kecak, ada juga penari lain yang melakonkan tokoh Sinta, Rama, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. Pertunjukan pun nggak cuma tari-tarian. Ada beberapa adegan yang mengundang tawa. Bahkan, terkadang, para penari mengajak bercanda penonton. Salah satu adegan yang kocak, ketika Hanoman melompat ke tribun penonton dan mengajak penonton foto selfie. Hanoman pun loncat sana loncat sini menggoda penonton. Ada yang nyeletuk kalau Hanomannya mirip dengan ’’kenakalan’’ para monyet Uluwatu. Haha…

Hanoman Godain Penonton

Hanoman Godain Penonton


    Pertunjukan yang memakan waktu satu jam ini dipungkasi dengan permainan api oleh para penari. Atraksinya bikin deg degan namun dapat meninggalkan kesan yang mendalam.
    Kehadiran tari kecak tersebut seakan mampu melengkapi keindahan alam Pantai UIuwatu. Tapi sayang, kalau musim liburan dibanjiri penonton. Bahkan, pengunjung sampai meluber duduk lesehan di arena pertunjukan karena tribun penonton sudah penuh. Alhasil, para penari kurang leluasa dalam bergerak. Selain itu, gambar yang diambil pun jadi kurang cantik hasilnya.
    Namun tak bisa dipungkiri bahwa Bali sangat cantik dalam mengemas kebudayaannya. Bali mampu memadukan keindahan alam dan budaya menjadi satu.
    Pengunjung dapat menyaksikan pergelaran tarian yang memukau itu setiap hari kecuali sehari sebelum Nyepi dan saat Nyepi dengan tiket Rp 100 ribu. Tapi, kalau booking online bisa dapat Rp 85 ribu.
    Pertunjukan tersebut cocok dinikmati untuk keluarga. Bahkan, anak saya yang balita pun hobi menirukan gerakan-gerakan para penari kecak. Susahnya lagi, dia minta nonton tari kecak itu lagi di Bali. *Haissshhh…memangnya Surabaya-Bali deket?* Akhirnya, saya putarkan saja video tari kecak Uluwatu yang saya rekam ketika kami pergi ke Bali pada Desember 2014 lalu.
   
Si bocil gaya sambil nonton tari kecak

Si bocil gaya sambil nonton tari kecak