Hindari Tempat Indoor, Pilih Main-Main di Alam

Anak-anak memang makhluk paling kreatif. Sebagai orang tua, seringkali kita dibikin  kewalahan menghadapi mereka. Termasuk juga saya dengan tiga anak yang sangat aktif.

Untuk menyalurkan keaktifan anak-anak, saya memilih mengajak mereka bermain. Mengapa bermain? Menurut para ilmuwan, bermain adalah bagian integral untuk mengembangkan otak dan tubuh yang sehat.

Satu studi pada 2011 dari sepasang psikolog Norwegia menyimpulkan bahwa mengambil risiko (dan mengatasinya) saat bermain merupakan bagian penting dari perkembangan anak. Dengan demikian, taman bermain di mana anak-anak bisa memanjat tinggi, berputar cepat, dan berpotensi si anak terluka karena jatuh, membuat perkembangan masa kanak-kanak mereka lebih baik. Beragam aktivitas bermain juga penting untuk menjaga anak tetap aktif, yang meningkatkan keterampilan motorik dan memerangi obesitas masa kecil.

Karena itu, saya sangat detail dalam memilih mainan maupun tempat bemain untuk anak-anak.

Untuk mainan, saya lebih memilih yang tanpa baterai. Kenapa? Lebih hemat. Haha… Selain itu, mainan dengan baterai tuh manjain anak-anak. Effort-nya minim banget. Jadilah, saya pilih mainan seperti puzzle, board games, main tali, boneka, masak-masak, dakon, drum-drum-an, pokoknya yang serbamanual gitu deh. Malah, kalau perlu, bikin mainan sendiri.

Yup, kadang, saya dan anak-anak bikin mainan sendiri, sih. Misalnya, pesawat dari kardus bekas, sudoku dari karton, gitar dari kardus sepatu. (tutorialnya diceritain kapan-kapan ya).

Agak ribet sih. Tapi dengan gitu, energi mereka sedikit tersalurkan.

Kalau untuk tempat bermain, saya lebih suka yang outdoor dibandingkan indoor, apa lagi mal. Sebisa mungkin saya menghindarkan anak-anak bermain di mal. Kenapa? Mmm…wahana permainan di mal kesannya kok cemen banget ya? Kurang greget, kurang menstimulasi anak jadi lebih kreatif, gitu. Belum lagi, lingkungan di mal yang menurut saya kurang sehat. Bayangin, di dalam ruangan dengan berjuta orang yang bisa jadi membawa virus entah apa namanya itu. (Ya…mungkin saya aja yang sih lebhay).

Karena itu, kalau di Surabaya, saya suka bingung dengan arena permainan buat anak. Mau nggak mau saya ajak mereka ke taman kota. Oia, Surabaya punya banyak taman kota. Proud of Wali Kota Surabaya…

Ada beberapa taman kota di Surabaya yang sudah pernah kami jelajahi. Yaitu, Taman Jangkar di Jambangan, Taman Bungkul di Raya Darmo, dan Taman Persahabatan di daerah Gubeng. Murah meriah. Mareka pun merasakan keseruan tersendiri dalam bermain.

Taman Persahabatan, Gubeng Surabaya

Oia, ada lagi, saya pernah juga ajak mereka main di Kebun Binatang. Sejumlah permainan ada di KBS. Enak nih di KBS. Suasananya lumayan adem dengan pepohonan yang cukup rimbun untuk ukuran Surabaya.

Kebun Binatang Surabaya, salah satu spot yang adem di tengah Kota Surabaya

Satu lagi, mereka paling suka berenang. Cuma, sayangnya di Surabaya belum nemu kolam renang yang airnya seger dan bebas kaporit. Alhasil, setelah berenang, anak-anak pada bersin-bersin dan mata pedih. Duh.

Kalau udah bosen dan nggak ada pilihan tempat bermain di Surabaya, saya pun mengajak mereka main ke luar kota. Favorit anak-anak ya ke Batu. Hihi…

Di Batu, bisa puas deh mereka bermain di alam terbuka. Paling sering ya ke Selecta. Permainannya komplet banget di sana. Ada flying fox, taman bunga, waterpark, becak air, kora-kora, ayunan, sepeda udara, berkuda. Asik kan.

Puas mainan di Selecta, anak-anak langsung minta istirahat di hotel. Pilihannya kali itu ke DeView Hotel. Lokasinya di Jl Raya Selecta No 157. Kalau dari tempat wisata Selecta ke arah Kota Batu, sekitar lima menit di sisi kanan jalan.

Kami sudah pernah dua kali bermalam di sana. View nya cakep. Cuma kolam renangnya kecil, sih. Tapi ya namanya anak-anak, tetap aja heboh kalau nemu hotel yang ada kolam renangnya. Hehe…

Waktu itu, kami pernah booking tipe family room yang terdiri atas 1 kamar single dan 1 kamar twin lengkap dengan dua kamar mandi. Ada juga fasilitas mini kitchen dan living room yang luas. Pas buat saya-suami dengan tiga anak dan satu keponakan plus opa-oma.

Untuk master room, kamar mandinya dilengkapi juga dengan bathtub. Jadi, bisa melepas penat sambil berendam air hangat di situ. Nyeess…

Pagi-pagi dari kamar, langsung disuguhi view pegunungan yang cantik, siapa yang nolak, coba? Ditambah lagi dengan menikmati secangkir kopi hitam di balkon. Itu tuh, kayak opa dan Gita. Santaaiii…

bangun pagi disuguhi view macam gini, siapa yang nolak?

Balkon

Cuma sayang, menu breakfast-nya kurang nendang. Tapi, paling suka sama atraksi bikin omelet-nya yang pakai semburan api gitu. (Udah diubek-ubek file-nya, tapi fotonya nggak nemu. Hiks). Asiknya lagi, lokasi resto yang bersebelahan dengan playground yang asri, lengkap dengan ayunan serta kolam ikan. Kita bisa loh ngasih makan ke ikan-ikan itu. Ini nih yang termasuk salah satu favorit anak-anak kalau ke DeView. Yang pasti, untuk istirahat bareng keluarga, DeView Hotel, sangat recommended.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Hotel, Waterpark, dan Agrowisata Jadi Satu Paket

Karena pilihan liburan weekend sering jatuh ke Kota Batu, Pe eR buat saya untuk cari-cari hotel yang nyaman buat para krucil selama di sana. Soal harga itu relatif, ya. Tapi kalau buat EdoMitaGita, bisa main di kolam renang, aman lah. Mereka nggak bakal ngerengek minta macam-macam. hehe.

Juni 2016 lalu (nggak kurang lama, mak?) kami sempat bermalam di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Hotel. Lokasinya di Jl Abdul Gani Atas atau searah dengan Jatim Park 1 serta Museum Angkut.

Untuk hotel bintang empat dan fasilitas 3 in 1, harganya cukup masuk akal. Saat itu bertepatan dengan Ramadan, hotel-hotel pada obral diskon. Untuk tipe cottage dua kamar, kami dapat harga Rp 1.250.000 include makan pagi dan makan malam serta empat tiket masuk gratis petik apel atau waterpark. Murrraaah kaannn…
Anak-anak jejingkrakan begitu tahu kalau bermalam di Kusuma Agrowisata.
Yap, hotel itu emang favorit mereka.

Untuk tipe cottage,  lokasinya dekat dengan pintu masuk petik apel maupun waterpark. Asyiknya lagi, dilengkapi area parkir privat dan taman luas di depan cottage. Tempatnya EdoMitaGita friendly banget.

triple8

Ada playground-nya

Begitu tiba di lokasi, anak-anak langsung main ke kolam renang. Beda dengan waterpark, kalau kolam renang ini gratis, buat tamunya. Jadi, bisa kapan aja berenang. Dari kolam renang itu kita bisa lihat panorama Kota Batu dengan pegunungan yang mengelilinginya. Air kolam yang dingin dan bebas kaporit ini bikin anak-anak betah main di sana.

Jelang malam, udara di Kota Batu kian adem. Enaknya langsung masuk kamar dan meringkuk di balik selimut. Hehe…Tapi, namanya anak-anak nggak pernah low bat, masih aja mainan di dalam cottage. Alhasil, emaknya ikut nungguin. Serius, interior cottage nya cukup lapang. Bisa buat petak umpet. Ada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, ruang makan yang menghadap taman belakang, dan dua kamar yang masing-masing dilengkapi kamar mandi dalam. Khusus yang master bedroom terdapat bathub.

Tapi, yang paling saya suka, di dalam kamar tidak ada TV. TV-nya cuma satu dan diletakkan di ruang keluarga. Jadi, ketika masuk kamar, bener-bener untuk istirahat. Dan bener aja, kami sekeluarga bobok puleeesssss sampai pagi.

Bangun pagi, nggak langsung mandi, tapi jalan-jalan di kawasan hotel. Pas banget, cuaca pagi itu sangat mendukung karena nggak begitu dingin, cuma 20 derajat celsius. Eh, biasanya lebih adem lagi, loh. Hehe…Masih belum capek, para krucil lanjut main bola di halaman depan cottage. Sampai jatuh guling-guling pun nggak bakal sakit deh, karena tamannya berlapis rerumputan hijau. Saya dan si bapak, baca koran dulu ah di teras.

 

 

Lagi-lagi pas ke Batu pada 3 April lalu, kami memilih nginap di Hotel Kusuma Agrowisata. Tapi, di room tipe triple. Lokasinya juga strategis, dekat resto plus waterpark. Di depan kamar, masih ada taman luas juga. Ini dia bedanya hotel Kusuma Agrowisata dengan yang lain. Mereka punya lahan luassss….Asyik buat family time. Kita juga berasa deket sama alam. Dari kamar, masih kedengaran suara hewan-hewan malam, kayak jangkrik, burung, aaah…pengen lagi ke sana.

triple17

Gita di taman depan kamar.

triple18

ngeruntel di sofa teras kamar

 

Trus…yang bikin saya ketagihan nginep di sini tuh karena menu-menu makanannya, eemmm…enaaakkk. Variasinya banyak. Ada menu lokal sampai chinese food. Bahkan, beberapa kali ke sana, menunya nggak sama. Dulu ada nasi pecel, tapi pas ke sana lagi ganti nasi uduk (kayak yang di foto nih).

triple11

Tapi, anak-anak cocok dengan soto ayam dan bubur ayam. Saya sendiri langsung nyobain healthy juice-nya yang langsung dari buah dan sayur yang fresh. Eh, wajib coba juga pancake, bubur madura, dan jajan pasarnya.

triple19

bubur madura

 

Udah ah, para krucil pada masang muka memohon untuk segera bisa main ke waterpark-nya. Oya, Waterpark Kusuma Agrowisata  juga jadi jujukan wisata masyarakat umum, selain tamu hotel. Kalau weekdays Rp 35 ribu kalau weekend Rp 40 ribu mungkin. Tapi, karena kami tamu hotel, dapat free tiket masuk waterpark.  

Waterpark-nya asyik banget. Ada kolam arus, sliding, dan pancuran. Kalau udah main air, lupa sama yang lainnya deh. Ibuknya leyeh-leyeh dulu ya. Biarkan si bapak yang mengurus nak kanak.

triple12

Karena weekdays, berasa waterpark-nya milik sendiri. View nya langsung ke Kota Batu.

 

 

 

* Buat yang mau liburan ke Batu-Malang, hotel ini recommended banget. Terutama untuk pelancong yang bareng keluarga.

 

 

Hai Ibu-Ibu Hamil, Ayo Traveling

Positif. Saya hamil anak ketiga. Harusnya, disambut dengan suka cita, ya. Tapi, saya malah uring-uringan nggak jelas. Masih shock karena di luar perkiraan. Yah, kebablasan ceritanya.
”Kasihan si dedek loh, kalau ibunya galau bin mellow terus,” kata pak suami.
Hmmm…iya juga.
Ibu hamil yang bahagia akan melahirkan bayi yang sehat. Bahkan, dapat mengurangi rasa sakit ketika proses melahirkan, dan menurunkan risiko terjadinya tindakan medis lanjutan, seperti operasi caesar atau induksi. (kompas.com).

Dan, bahagia itu adalah traveling. Yipiii…

Beruntung, kondisi kandungan saya yang ketiga ini sehat dan kuat, baik janin maupun emaknya. So, mau pergi ke mana aja, ayo.

Surabaya-Jakarta-Bogor

Belum genap tiga bulan usia kehamilan, si dedek dalam perut udah digembol dari Surabaya ke Jakarta plus Bogor. Pergi rame-rame bareng keluarga, seruuu…
Di Jakarta, tujuannya ke Kidzania. Si abang Edo dan kakak Mita asyik mencoba banyak permainan peran yang ada di Kidzania.

Edo kerja dulu ya. Jadi pilot di Kidzania

Edo jadi pilot di Kidzania

Mita bikin pizza

Mita bikin pizza di Kidzania

Utak atik mobil dapet duit ya Edo

Utak atik mobil dapet duit ya Edo

Dari Kidzania, anak-anak digiring ke Jungleland Adventure Theme Park JungleLand, Sentul City, Bogor. Wedeeew, view-nya keren dengan latar Gunung Pancar.
Puluhan permainan seru siap dieksplor sampai pukul 10 malam, mulai wahana anak-anak yang fun hingga wahana yang menantang nyali. Sayang, nggak semua permainan bisa saya coba. Kapan-kapan ke sana lagi, ah.

Nekad nyobain naik roller coaster

Nekad nyobain naik roller coaster

Viewnya keren

Viewnya keren

Dari atas bianglala, terlihat kerlip lampu Kota Bogor

Dari atas bianglala, terlihat kerlip lampu Kota Bogor

Terbang ke Bali

Menginjak usia kehamilan bulan keempat, saya tergoda untuk liburan ke Bali. Mumpung saya dan suami dapat cuti dari kantor, bisa rombongan bareng keluarga besar, pula.
Destinasi yang kami tuju antara lain Uluwatu untuk nonton tari kecak, ke Batubulan untuk nonton tari barong, ke Pantai Lovina untuk hunting lumba-lumba, Bali Zoo, Tanjung Benoa, dan Pantai Pandawa.
Bali memang tujuan wisata yang komplet. Kita bisa menikmati alamnya yang penuh pesona dipadu dengan keindahan budayanya.

Hunting lumba-lumba di Lovina

Hunting lumba-lumba di Lovina

Full. Saat nonton tari kecak di Uluwatu

Full. Saat nonton tari kecak di Uluwatu

Bedugul

Bedugul

Tahun Baru Plus Ziarah ke Kediri

Sepulang dari Bali, saya masih mupeng untuk merayakan pergantian tahun 2014 di gereja Puhsarang, Kediri. Gereja yang dibangun pada 1936 ini sangat unik. Atapnya berbentuk seperti kubah dengan salib di atasnya. Altar yang ada dalam gereja dibuat dari batu massif, kemudian dipahat. Di atas altar terdapat relief dari batu bata merah yang disusun tanpa semen, tapi menggunakan campuran air, kapur dan gula. Relief tersebut menggambarkan ajaran kitab suci.
Bangunan gereja pun secara unik dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari batu-batu. Tampak sangat kokoh. Sampai sekarang, misa di gereja tersebut diadakan dalam bahasa Jawa diiring gending serta gamelan. Umat pun mengikutinya dengan lesehan (duduk di lantai). Sangat syahdu.

Pada kompleks gereja tersebut terdapat miniatur gua Maria yang juga dari batu. Namun, karena bentuknya terlalu kecil, pada 1998 mulai pembangunan gua Maria Lourdes yang merupakan replika Gua Maria Lourdes di Perancis. Lokasinya hanya beberapa meter dari kompleks gereja. Di kawasan gua Maria Lourdes tersebut kerap diadakan misa besar yang diikuti oleh umat Katolik dari daerah lain.

Para pemuda gereja Pusahsarang sedang latihan koor di dalam gereja

Para pemuda gereja Pusahsarang sedang latihan koor di dalam gereja

Tampak kubah gereja

Tampak kubah gereja

Batu Jadi Favorit

Tapi, selama hamil, saya paling suka ke Kota Batu. Udaranya seger dan kulinernya yahud. Hehe…Selain itu, banyak tempat wisata asyik di Batu. Antara lain, Jatim Park 1,2, Eco Green Park, Batu Night Spektakuler, Museum Satwa, Museum Angkut, Songgoriti, dan Selecta.

Anak-anak saya demen banget kalau diajak ke Selecta. Ada playground, kolam renang, waterpark, taman bunga, becak air, flying fox, dan berkuda.  Belum lagi, ada pasar buah dan sayur segar di kompleks Selecta.

menikmati udara segar Kota Batu

Taman Bunga Selecta

Syuuut...adek meluncur di atas taman bunga

Syuuut…adek meluncur di atas taman bunga

Jalan-Jalan di Dalam Kota Surabaya

Nggak cuma ke luar kota, anak-anak sering nodong saya untuk jalan-jalan di dalam Kota Surabaya. Salah satunya mengunjungi Pantai Kenjeran. Selain menawarkan pantai, di kawasan itu terdapat patung Buddha empat wajah yang diresmikan pada 2004. Bangunan utama dari patung ini berukuran 9 × 9 meter dan termasuk kubah yang mencapai 36 meter.

Maaf, foto patung Budha-nya kurang jelas.

Tampak megah

Meski perut sudah terlihat membuncit, saya tak ketinggalan nonton pertunjukan musik jazz. Sekalian ajak si sulung yang juga demen ngejazz.

Si sulung juga demen jazz

Si sulung juga demen jazz

Efek traveling yang membawa kebahagiaan itu rupanya benar-benar mujarab membantu kelancaran persalinan saya yang berlangsung secara alami. Setelah melalui kontraksi sekitar 1 jam, akhirnya lahir anak ketiga saya. Puji Tuhan.

Sebelum Traveling, Pastikan Tubuh Fit

Sebelum traveling, saya memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Tak hanya itu, kendaraan yang akan membawa saya ke tempat-tempat wisata itu pun harus nyaman dan aman. Salah satu mobil yang masuk dalam daftar itu adalah Toyota Agya.

Tampil elegan

Tampil elegan

Beberapa fitur keamanan dibenamkan dalam mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) ini. Di antaranya, kantung udara ganda di depan, sabuk pengaman pre tensioner & force limiter, dan body reinforcement serta SRS airbag. Dilengkapi juga dengan ISOFIX untuk mengikat baby car seat.

Utamakan kenyaman dan keamanan

Utamakan kenyaman dan keamanan

Jenis City Car, Tenaga Besar, Interior Longgar

Toyota Agya juga sangat memperhatikan kenyamanan penumpang dengan menghadirkan air freshener lever. Fitur ini untuk mengganti udara kabin yang diputar AC dengan udara luar yang lebih segar. Mobil berkapasitas empat penumpang ini mengusung desain dinamis, efisien, sekaligus modern. Ada tiga tipe Agya yang bisa dipilih, varian Medium Grade (E), High Grade (G), dan TRD Sport. Semua tipe menawarkan transmisi manual dan matik.

Mesin 1 KR DOHC 998 cc pada Agya dilengkapi dengan 3 cylinder in line 12 valves. Daya maksimal mencapai 65,3 ps/6.000 RPM. Sangat handal melahap rute tanjakan maupun menempuh perjalanan jauh. Sedangkan torsi maksimal adalah 8,8 Kgm pada 6.000 RPM. Saat diujicoba di laboratorium, Agya hanya memerlukan 1 liter bensin per 21 km. Sangat irit.

Speedometer

Speedometer yang dilengkapi dengan fitur MID

Untuk tipe High Grade dan TRD Sport, dashboard-nya tampil mewah dengan fitur Chrome A/C Register, Chrome list combination meter, dan 2 Din Integrated Audio dengan CD, MP3, radio, USB, dan aux serta chrome parking brake knob. Ditambah fitur multi information display (MID) yang menampilkan indikator bensin digital, jam, dan lampu eco. Kedua varian itu juga dilengkapi dengan electric outer mirror, 6 spoke alloy wheel 175/65 R14, headlamp, serta foglamp dengan aksesori krom.

mewah

dok: toyotaastra.co.id

Kesan sporty nan dinamis ditampilkan pada tipe TRD Sport dengan adanya aerokit di bagian depan, samping, dan belakang. Sementara itu, di tipe medium grade, Agya dilengkapi fitur speedometer dan 1 Din Audio CD/MP3/USB/Aux.

Meski bertipe city car hatchback mobil dengan panjang sekitar 3,6 meter ini terasa lega dan lapang, begitu pun untuk bagasinya. Bahkan, penumpang di bagian belakang banyak mendapat ruang longgar seperti pada mobil jenis MPV. Mobil ini pun sudah dilengkapi power window, power lock, hingga pengatur spion otomatis kecuali pada tipe medium grade. Asyiknya lagi, nuansa Indonesia tercermin dari logo Garuda pada bagian depan mobil Toyota Agya. Jadi, mengendarai Toyota Agya sama dengan cinta Indonesia.

Lapang

Lapang

Nah, ayo ibu-ibu yang lagi hamil, tak perlu ragu beraktivitas bareng Toyota Agya. Lebih aman, nyaman, dan keren.

My Agya, My Style!

Sumber foto Toyota Agya: Toyota Astra

Sumber foto traveling: Pribadi

Sehari di Kota Batu

Kota Batu ibarat kawasan Puncak-nya Jawa Timur. Selalu full pas weekend apalagi liburan panjang. Dari Surabaya lumayan deket. Sekitar tiga jam (include macet di Porong, Singosari, dan Lawang). Hehe…

Nah, EdoMita nih demen banget ke Batu. Sebulan nggak nyamperin kota apel itu, pasti udah ngerengek-rengek minta ke sana.
Banyak tempat wisata bisa jadi jujukan di sana. Kalau nggak bermalam, berangkat dari Surabaya pagi-pagi, sampai Batu kulineran, jalan-jalan keliling kota, trus sore pulang. Kalau nginep di sana, lebih puas lagi.
Udaranya yang sejuk dan segar bikin ketagihan buat mengunjungi Batu. Ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi kalau main ke Batu.

Selecta
Di Selecta, banyak aktivitas yang bisa kita lakukan. Narsis di taman bunga jadi pilihan sebagian besar pengunjung. Buat anak-anak, wah, bejibuuuun. Ada flying fox yang akan lewat di atas taman bunga. Asoooy.

Taman Bunga Cantik

Taman Bunga Cantik

Mita Pertama Kali Flying Fox

Mita Pertama Kali Flying Fox

Edo Teriak Sekeras-Kerasnya. Hauoooo

Edo Teriak Sekeras-Kerasnya. Hauoooo

Ayo Kayuh yang Kuat

Ayo Kayuh yang Kuat

Trus, ada waterpark, taman bermain, berkuda, naik becak air. Kalau buat emak-emak, paling seneng sih belanja di pasar Selecta. Meskipun tempat wisata, tapi harga buah dan sayur mayurnya murrraaah…

Mau kulineran di Selecta juga banyak pilihan. Yang paling banyak ya jagung bakar dan bakso. Enak banget. Adem-adem makan yang anget-anget.

Alun-Alun

Jangan sampai ke Batu, tapi nggak ke Alun-Alun. Di Alun-alun Batu, EdoMita paling suka naik kuda dan bianglala. Itu nggak boleh dilewatkan. Mau main di playground, air mancur, bisaaaa.

Asyiknya Naik Bianglala.... Mita dan kakak sepupunya, Mbak Eca

Asyiknya Naik Bianglala…. Mita dan kakak sepupunya, Mbak Eca

Background Monumen Apel di Alun-Alun

Background Monumen Apel di Alun-Alun

View Kota Batu dari Bianglala

View Kota Batu dari Bianglala

Songgoriti

Tempat wisata lawas ini juga biasanya jadi jujukan buat ibu-ibu yang doyan hunting sayur dan buah segar. Tapi, Mita malah asyik mainan kelinci. Biasanya, ada delman juga yang bakal membawa kita jalan-jalan di sekitar Songgoriti. Tapi, kalau anak-anak, biasanya ya nyebur ke kolam renangnya. Asiiik…

Belanja Sayur dan Buah di Songgoriti

Belanja Sayur dan Buah di Songgoriti

Main Kelinci di Songgoriti

Main Kelinci di Songgoriti

Mau kulineran?

Paling ajib yang di Alun-Alun. Di deket alun-alun ada yang namanya KUD Susu Ganesha. Nah, di sana, kita bisa menikmati susu sapi murni. Mau dibikin STMJ juga bisa. Mau ditambah cokelat juga ada. Yang pasti semuanya dari susu sapi murni. Wajib dikunjungi nih. Tersedia yoghurt juga loh.

Slruuuuupp dari Susu Sapi Murni

Slruuuuupp dari Susu Sapi Murni

Nah, kalau sore, wajib nyobain ketan bubuk di Pos Ketan. Ketannya pulen dan bisa dikasih topping apa aja. Yang paling disuka ya ketan bubuk kedelai yang dipadu dengan parutan kelapa. Pilihan lainnya, ketan susu, ketan durian, ketan cokelat. Makin nendang lagi kalau ditambah tempe mendoan atau tempe kacang. Tapi, ya harus kuat antrenya. Apalagi kalau sudah malam. Wedew…penuh.

Pos Ketan yang Selalu Antre

Pos Ketan yang Selalu Antre