Nonton Jazz Gunung

Karena anak-anak demennya nonton acara-acara musik gitu, akhirnya, kuajaklah mereka ke perhelatan Jazz Gunung. Event yang rutin diadakan tiap tahun ini lumayan unik. Kalau biasanya kita nonton musik jazz di indoor, kali ini kita nonton jazz di outdoor dengan latar belakang Pegunungan Bromo yang aduhai.

Pergelarannya sudah berlangsung pada 21-22 Juni 2013 sih. Udah agak basi. Hehe…
Bbbrrr…adeeem…Ya itulah sensasi nonton Jazz Gunung. Ini pengalaman kami yang pertama nonton Jazz Gunung.
Supaya nggak ribet, kami ikut paket tour and travel ke Bromo-Taman Safari.
Dari Surabaya kami berangkat Sabtu 22 Juni pukul 09.00 pagi. Kami memang ambil pertunjukan yang hari kedua saja. Sedangkan hari pertama, Jumat 21 Juni, kami nggak bisa nonton karena masih ngantor.

Sampai kawasan Bromo udah siang. Setelah beberes di penginapan, kami pun langsung ke lokasi pertunjukan, tepatnya di Java Banana Bromo

Dari tribun Jazz Gunung

Dari tribun Jazz Gunung

Panggung terbuka Java Banana Bromo ini dibuat di tengah-tengah bukit yang kanan dan kirinya jurang. Jadi, view Pegunungan Tengger yang indah itu ibarat backdrop panggung.

Pertunjukan dimulai sekitar pukul 15.00.

Edo yang memang doyan musik jazz, cukup menikmati suasana pertunjukan. Padahal, udara saat itu sampai 15 derajat celsius. Sebagai antisipasi, Edo dan Mita sudah kami lengkapi dengan long john, mantel, topi, kaus kaki, sarung tangan.

Oia, performers di hari Sabtu itu dahsyat banget. Ada Ring of Fire Project yang mengusung Djaduk Ferianto, Idang Rasjidi, dan Jen Shyu musisi jazz keturunan Taiwan-Timor Leste. Kolaborasi mereka yahud poool. Apalagi, pas bawain lagu Tanah Airku. Lebih seru lagi, pas mereka bawain lagu Cublek Cublek Suweng. Gita Wirjawan, yang hadir saat itu didapuk untuk ngejam bareng. Penonton pun antusias menyambutnya.

Kolaborasi Gita Wirjawan dan Idang Rasjidi

Kolaborasi Gita Wirjawan dan Idang Rasjidi

Tambah adeeem…iyalah. Lha wong udah makin malam. Mita, sempat bobok di gendongan ibu. Dia bangun pas perform Rieka Roslan. Hehe…gimana Mita nggak bangun, kalau yang nge-gendong juga asik joget-joget di lagu Dahulu.
Ternyata, Mita ikutan joget juga. Hahaha….

Penonton rela nyanyi jejingkrakan bareng Rieka Roslan

Penonton rela nyanyi jejingkrakan bareng Rieka Roslan

Rieka Roslan sukses bikin hangat panggung Jazz Gunung malam itu. Penonton lain juga kegatelan ikut nyanyi dan bergoyang ngikutin irama lagu-lagu Rieka yang berirama rancak.

Trus, penampilan puncak dan yang paling ditunggu, sekaligus favoritku, Barry Likumahuwa Project (BLP) nampilin beberapa hitsnya, Aku Hadirmu dan Mati Saja Dia dinyanyiin juga. Wuuuhuuu…Dia juga sempat mendaulat sang ayahanda Benny Likumahuwa untuk tampil ber-jamming season di komposisi Like Father Like Son. BLP toooop.

BLP kereeeen....

BLP kereeeen….

Acara baru kelar sekitar pukul 21.00.

puas banget nonton Jazz Gunung

puas banget nonton Jazz Gunung

Edo ternyata merekam pertunjukan jazz itu. Setelah acara itu, dia mainin lagu-lagunya Idang bahkan BLP dengan pianonya. Tapi, lumayan ngawur sih. hahaha…Katanya, kayak Idang Rasyidi pas tampil di Jazz gunung. Sejak itu, Edo juga tambah getol dengerin lagu-lagu jazz. Tapi yang penting, Edo tambah rajin latihan piano.

Iklan