Paket Komplet yang Menguras Emosi

Lama nggak update blog, sekalinya update, kok curhat.
Ini cerita saat April lalu yang benar-benar menguras emosi jiwa. Hiiih…lebay ya.

Pertama, Mita. Anak nomor duaku ini tetiba badannya panas, 39 derajat. Padahal, dua minggu sebelumnya, dia juga panas. Tapi, saya kasih jamu kunyit madu, sekitar dua hari, badannya berangsur sembuh dan normal. Panas kedua ini, jamu kunyit madu ternyata masih nggak mempan. Suhu tubuhnya masih berkisar 37,5-38 selama dua hari. Akhirnya, saya bawa ke dokter.
Selama Mita sakit, saya harus berbagi perhatian ekstra dengan baby Gita yang masih ASI. Pengennya misahin mereka supaya nggak tertular, tapi syusyaaah. Mita dan Gita sama-sama pengen bareng emaknya. Oh nooo…

Belum juga Mita sembuh, lhadalah, abang Edo ikutan panas. Omaigat. Nggak mau ambil pusing, saya langsung cuss ke dokter. Sekalian bawa Mita untuk konsultasi karena dia masih lemes meski sudah empat hari mengonsumsi obat.
Bisa jadi karena kekhawatiran, akhirnya beneran kejadian. Baby Gita sakit. Badannya panas. Dan malah sempat kejang. Ya ampyuuun…saya pun langsung pulang kantor lebih awal begitu tahu Gita sampai kejang. Akhirnya, ke dokter juga deh si dedek.
Lengkaplah sudah EdoMitaGita berobat ke dokter dalam seminggu.

Ternyata, paket itu makin komplet lagi ketika saya pun ikut tepar. Panas tinggi, tenggorokan sakit, hidung mampet, kepala pening, tapi masih harus gendong dan menyusui baby Gita. Jadilah, saya kadang tidur sambil gendong baby G yang masih rewel karena badannya belum pulih. Tambah pas lagi, kerjaan di kantor nggak bisa ditinggal.

Saya termasuk orang yang jarang berobat ke dokter. Tapi, kali ini, saya pengen cepet cepet sembuh karena ada tiga krucil yang butuh pengawasan ekstra ples kerjaan yang nggak bisa ditinggal leyeh-leyeh. Akhirnya, saya pun ke dokter, tepatnya ke puskesmas pakai fasilitas BPJS. Lumayan kan free. Eh tapiiii…saya tetep aja ogah kalau disuruh sakit.

Kalau udah sakit gini ini ya, barulah ngerasain betapa sehat itu sangat berharga. Baru ngerasain kalau istirahat dan menjaga makanan sehat, wajib hukumnya.

Iklan

Hobi Bangun Pagi

’’Bu, obatnya batuk tuh jahe sama mengkudu,” ujar Edo tiba-tiba padaku yang sudah beberapa hari mengalami batuk.
’’Tahu dari mana, bang?” tanyaku.
’’Ya dari majalah,” ujar Edo.
Hmmm…Edo suka sekali baca buku-buku berbau pengetahuan. Tak heran kalau celetukannya kadang bikin saya sebagai ibunya cuma bengong karena nggak ngeh.
Itu artinya, sebagai orang tua kita dituntut untuk terus up date pengetahuan, ya.

Kadang, saya juga merasa harus berlomba dengan kesenangan Edo melahap majalah-majalah science seperti Kuark. Ditambah, keinginannya untuk melakukan eksperimen-eksperimen. #emaknya sudah lelah.
Ada satu hal lagi yang bikin saya malu sama Edo adalah kebiasaan bangun pagi. Saya orangnya susah bangun pagi. Jam ngantor siang-malam jadi alasan kenapa saya nggak bisa bangun pagi. Untunglah, Edo nggak meniru kebiasaan buruk itu.
Maksimal pukul 05.00 pagi, Edo sudah bangun, jalan-jalan, mandi, sarapan roti-susu, dan kalau sudah siap berangkat, baru deh bangunin emaknya untuk minta anter ke sekolah. ’’Ibu…ibuuuk…ayo banguuun….,” teriak Edo sambil gelitikin kaki emaknya yang masih ngorok. Mmm…maapin ibuk ya nak. Huehue…

 

dsc00126

 

Eksplorasi Empat Negara Sekaligus Bareng Dancow

Loh loh, jangan naik-naik tangga. Jatuuuh..
Udah dek, disuapin ibu aja ah, bajunya belepotan nanti.
Eh eh, no no, nggak usah pegang pegang ituuu. Tangannya kotor ntar haduuuh…

Gita, bungsuku, mulai hobi melakukan yang dilarang. Pokoknya, perilaku si 14 bulan itu jadi lebih kompleks dan menantang. Makanya, nggak salah kan kalau sebagai ibu saya kerap melontarkan segudang larangan buat dia.

”Anak itu boleh salah, boleh jatuh. Di usia satu tahun, si kecil memang lagi aktif-aktifnya. Orang tua mesti bersyukur dong karena itu pertanda anak tumbuh sehat,” ujar Psikolog Ratih Ibrahim yang jadi narasumber di event Nestle Dancow Excelnutri+ Explore The World.
Nah loh, ucapan bu Ratih ini ibarat tamparan buat saya yang suka kelewat lebay mem-proteksi si dedek.

Usia satu hingga tiga tahun ini memasuki periode pembentukan kepercayaan diri dan pengasahan kemampuan psikomotorik. Pada periode itu, orang tua justru harus memberikan ruang dan kepercayaan kepada si kecil agar mereka berani bereksplorasi guna mencapai tumbuh kembang optimal.”Dengan bereksplorasi, si kecil akan mengenal dan berinteraksi dengan hal-hal baru. Itu akan membantu dia mengasah ketrampilan sensorik motorik, keterampilan dalam berkomunikasi, sosio-emosional, kemandirian, kognitif, serta kreativitasnya,” kata psikolog gaul ini.

Sebagai bekal tumbuh kembang anak, yang utama adalah cinta dari bunda dan ayah, kecukupan nutrisi, dan stimulasi. ”Cinta tulus orang tua memberikan rasa aman dan emosi positif. Pemberian nutrisi yang tepat untuk si kecil akan meningkatkan daya tahannya. Kalau tubuh sehat, si kecil bisa bebas beraktvitas. Berikan juga stimulasi dengan menyediakan ruang untuk eksplorasi,” jelas ibunda Renald dan Rafael ini.

Beruntunglah saya bisa bergabung di acara besutan Dancow yang berlangsung pada 6-7 Agustus 2016 di Royal Plaza, Surabaya itu. ada segudang informasi buat para orang tua mengenai tumbuh kembang anak. Ibu dan ayah yang hadir pun jadi lebih update ilmu cara mendidik anak bareng banyak narasumber yang berkompeten. Ya, salah satunya Ratih Ibrahim ini.

psikolog gaul

psikolog gaul

Selain psikolog, hadir juga pakar nutrisi Sari Sunda Bulan AMG. Menurut Sari, selain membebaskan anak bereksplorasi, orang tua harus aware pada kesehatan anak. Salah satu bagian tubuh yang perlu dijaga adalah saluran cerna. ”Ini terkait fungsinya untuk mengolah gizi dan berperan sebagai organ imunitas terbesar,” kata Sari.

Macam asupan yang diperlukan antara lain Lactobacillus rhamnosus yang terbukti dapat membantu menurunkan risiko infeksi tertentu pada anak. Selain itu, vitamin A, C, dan E serta mineral selenium dan zink dapat membantu mendukung daya tahan tubuh anak. Untuk perkembangan otak dan fisik, diperlukan minyak ikan, protein, dan kalsium.

Menjawab semua itu, Nestle Dancow 1+ meluncurkan Nestle Dancow Excelnutri+. ”Nutrisinya lengkap dan penting untuk pertumbuhan si kecil. Kami ingin memastikan anak Indonesia dapat bereksplorasi tanpa perlu khawatir karena telah mendapatkan asupan nutrisi seimbang dan saluran cernanya sehat,” kata Senior Brand Manager Dancow Excelnutri+ Nestle Indonesia Riza Nopalas.

Selain talk show, di Nestle Dancow Excelnutri+ Explore The World ortu bisa ajak anak-anaknya bermain dan belajar. Atrium Royal Plaza disulap menjadi wahana bermain bernuansa alam Indonesia, Belanda, Brazil, dan Jepang. Seruuu…Nggak heran kalau pengunjungnya bejibun.

crowd
Memasuki ”wilayah Indonesia” misalnya, suasana pantai ala ala langsung terasa. Dilengkapi pasir yang lembut, anak-anak pun langsung nyebur ke area berpasir. Eits, tapi ayah bunda nggak perlu khawatir, karena pasirnya sintetis. Ada lagi area ”pemancingan” ikan. Meski cuma ikan mainan, tapi anak-anak betah banget mancing di situ. Mereka bisa belajar berhitung dari hasil ”ikan” yang didapat.

Pasirnya lembuuuttt

Pasirnya lembuuuttt

Masuk ke ”Netherland”, disediakan area bercocok tanam. Kotor-kotor lagiii. Tapi justru dengan begitu mereka belajar.

Asiiik...kotor-kotor lagiii

Asiiik…kotor-kotor lagiii

Lanjut ke Brazil. Di negeri samba itu kita bisa menjelajah hutan. Serunya, bisa foto dengan background hutan. Eh, tapi, lihat tuh hasilnya, ada harimau lewat di depan kita. Hauuummm…

Hauuumm...ada harimau lewaaat

Hauuumm…ada harimau lewaaat

Ke mana lagi? Ke Jepang dong. Banyak aktivitas di ”negeri matahari terbit” ini. Kita bisa foto pakai baju kimono, bisa juga bikin origami, dan main balok. Oia, semua permainan selalu ada tim dari Dancow yang memandu.

sekeluarga seru-seruan pakai kimono

sekeluarga seru-seruan pakai kimono


main origami bareng tim Dancow

main origami bareng tim Dancow

Banyaknya aktivitas selama event bikin anak jadi mengenal istilah-istilah baru yang bisa juga mengembangkan bahasa anak. Misalnya,nama-nama flora maupun fauna dan kebudayaan dari negara yang dikunjungi. Puas deh jelajah empat negera bareng Nestle Dancow Excelnutri+ Explore The World. Semoga kelak kamu bisa jelajah dunia beneran ya nak.

Ketika Kesayangan Ngeyel, Bikin Keseeeel…

Edo, anakku yang sulung hampir berumur 9 tahun. Kadang, suka kezzzzeel (sengaja pake z) sama tingkahnya. Malah, kalau udah senewen, saya sampai nggak bisa berkata apa-apa lagi ke dia. Ada aja jawabannya kalau dimarahin. Suka ngeyel. Eh, tau ngeyel kan? Nggak mau kalah kalo ngomong itu loh.
Pernah nih, saya negur dia. Karena apa ya waktu itu…lupa. Dan, terjadilah adu argumen antara saya dengan Edo.
Yang bikin saya makin geram, Edo nggak nurut dengan kata-kata saya.
Tahu nggak dia bilang apa?
”Kenapa sih kalau orang tua marah ke anak, dibilang menasehati. Tapi, kalau anak ngasih tahu orang tua, dibilang marah-marah?”
Kata-kata itu spontan terucap dari bibir Edo. Sesaat saya pun merenungi ”tamparan” itu. Ah, masa sih saya seegois itu? #barunyadar.

Ada lagi sebuah kejadian yang bikin saya marah ke Edo. Dia berebut mainan dengan sang adik. Saking kesalnya, saya spontan bilang ke Edo, ”Sudah, sini barangnya ibu ambil. Ibu kembalikan aja ke tokonya. Daripada bikin ribut.”
Komentar Edo? Dia bilang, ”Nggak mungkin, wong tadi Edo lihat di tokonya ada tulisan, barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi, kok.”
Dengar jawaban itu, saya langsung balik badan, ngeloyor ke kamar mandi. Pura-pura pipis sambil mikir ngebales jawab apa ya ke Edo?

Dari situ saya jadi mikir dua kali kalau mau marah ke Edo. Ya, dalam kondisi marah, ucapan yang keluar jadi nggak terkontrol, nggak bijak. Buang energi, buang waktu. Wooow…banyak juga energi negatif yang kita lepaskan tatkala kehilangan kesabaran. Tapiii…Susyaaaah…
Pernah nih kepala sudah ngepulin asap dan mungkin gigi taring sudah nyembul…Tapi dalam hati berusaha sabaaar…
Ambil napas panjaaaang….lepaskan. Trus, beres-beres rumah, nyapu, ngepel. Lha kok Edo malah ikut bantu-bantu. Asyiiikk…rumah jadi kinclong, aman terkendali, dan Edo juga belajar bersih-bersih rumah.

Jalan-Jalan ke Jogja tiga tahun lalu

Jalan-Jalan ke Jogja tiga tahun lalu

Murah, Berasa Punya Kolam Renang Sendiri Pula

Batu lagi Batu lagi. Tapi, EdoMita nggak pernah bosan tuh main ke Batu. Apalagi kalau pakai nginep. Nggak perlu di hotel mewah. Pokoknya ada kolam renangnya aja, bagi mereka itu sudah ”surga.” Haha…
Ada nih penginapan yang lumayan bisa direkomendasikan buat keluarga. Namanya, HOTEL SEULAWAH GRAND VIEW BATU Lokasinya dekat dengan tempat wisata Songgoriti. Kalau Songgoriti ke kanan, Seulawah ini belok ke kiri, Jl Flamboyan.
Karena lokasinya bukan di pinggir jalan besar, jadi lebih tenang. Enak dipake istirahat menikmati segarnya udara Batu. Kamarnya juga bersih dan nyaman banget. Apalagi, dua kali nginep di sana, dapat kamar di lantai satu yang semua menghadap kolam renang. Jadi, mau renang kapan aja, ayuuukkk…berasa kolam renang pribadi. Bagian ini nih yang paling disuka sama anak-anak. Bangun tidur langsung nyemplung kolam, mau bobok, masih juga mainan air.

byuuuurrr

kamarnya di samping itu tuuuh...

Memasuki halaman depan hotel, kita bisa ngeliat view Kota Batu yang cihuy.
Batu pukul 04.00 pagi

Kalau untuk room-nya, di lantai satu sih view nya cuma kolam renang. Belum tahu ya yang di lantai dua. Belum pernah nyoba sih. Tapi, pas breakfast di restonya yang ada di lantai dua, terlihat view cantik pegunungan.

Jpeg

Jpeg

Kalau lagi main ke Batu, Hotel Seulawah Grand View ini layak dicoba. Bersih, murah, dan nyaman. Cuma, harus reservasi dulu ya. Kalau weekend dan hari libur, sudah pasti full booked.

Foto-foto room nya bisa ceki ceki di http://www.seulawahgrandview.com.

Belajar-Bermain di Kampoeng Kidz, Batu

Main yuk main…ke mana? Kali ini, EdoMitaGita pengen cerita serunya main di Kampoeng Kidz, Batu Malang di awal Januari lalu.

Apa sih Kampoeng Kidz itu? Kalau warga Surabaya dan sekitarnya pasti udah tahu kan ya. Intip di SINI aja tentang Kampoeng Kidz.
Sebelumnya, pada 2014, Edo udah pernah ke Kampoeng Kidz untuk ikutan Jambore Kids. Dia menginap di sana semalam. Ceritanya sila tengok di SINI

edo revisi

Balik lagi ke aktivitasEdoMita di Kampoeng Kidz, ya.

Kami sudah tiba di Kampoeng Kidz sekitar pukul 09.00. Kami disambut oleh tim Kampoeng Kidz yang semuanya adalah pelajar SMA Selamat Pagi Indonesia. Oia, udah tahu kan sekolah itu? Yap. SMA Selamat Pagi Indonesia, sekolah gratis untuk siswa tak mampu dari seluruh Indonesia yang digagas oleh Yulianto Eka Putra.
Selain mendampingi anak-anak yang beraktivitas di Kampoeng Kidz, para siswa itu juga diserahi tanggung jawab untuk mengelola lini bisnis yang ada, seperti kantin dan suvenir. Kemampuan para siswa itu tak perlu diragukan lagi. Mereka sangat luwes dalam berinteraksi dengan pengunjung. Apalagi, ketika mendampingi anak-anak yang beraktivitas di Kampoeng Kidz, bener-bener mirip mentor, deh. Bahkan, mereka kerap melakukan beberapa atraksi hiburan untuk para pengunjung.

photoAksi siswa SMA Selamat Pagi Indonesia saat Jambore Kids di Kampoeng Kidz, Batu, Malang pada 2014 silam.

DSC00065

DSC00067

Ada beberapa paket aktivitas yang bisa dilakukan oleh anak-anak usia 5-12 tahun. Sebenarnya, anak-anak pengen nyoba yang paket adventure, tapi mulainya pukul 13.00. Sedangkan untuk paket entrepreneurship dimulai pukul 10.00. Ya sudah, akhirnya anak-anak ambil paket entrepreneurship. Di paket itu, anak-anak diberi gambaran gimana sih menjadi seorang pengusaha cilik.

DSC00059

Ternyata, paketnya nggak seserius namanya. Aktivitasnya fun banget.
Sebelum mulai ’’perjalanan’’, anak-anak dikumpulkan di lapangan lebih dulu. Mereka diajak menyanyi dan menari sambil berkenalan dengan teman sekelompok dan kakak pendamping.

DSC00070

Tujuan pertama, anak-anak yang ikut paket entrepreneurship diajak ke wahana pengusaha peternakan. Mereka memberikan makan kambing dan kelinci di kandangnya. Juga, ngasih makan ke kolam ikan. Anak-anak dijelaskan mengenai produk-produk apa saja yang bisa diperoleh dari hewan itu dan gimana cara memeliharanya.

 

DSC00080

DSC00085

 

Lanjut ke wahana pengusaha pertanian dengan mengunjungi kebun jagung. Waaah…metik jagung segala. Masing-masing anak dapat enam jagung. Haha… buat bakar-bakar ya, nak. Apa lagi, jagung di ladang Kampoeng Kidz itu ditanam secara organik. Jadi, lebih fresh and healthy.

DSC00167

DSC00152

Setelah jadi ’’petani’’ anak-anak diajak makan siang di resto Kampoeng Kidz. Oia, paketnya itu udah termasuk makan siang. Resto di Kampoeng Kidz dikelola juga oleh siswa SMA Selamat Pagi. Tuh kan, mereka bener-bener learning by doing.

DSC00140

Kelar makan siang, langsung cuuus ke kolam ikan. Waktunya mancing. Aktivitas di kolam ikan nggak cuma mancing, tapi juga ngasih makan ikan pakai dot.

DSC00091

DSC00120

Lanjut, mereka masuk ke wahana pertambangan, seperti di dalam gua. Ngapain aja di sana? Mereka diberi ”bongkahan batu”. Pura-puranya nih, bongkahan batu itu dibelah dan dipotong-potong. Kemudian, dipoles dan dihaluskan. Jadi seperti akik gitu deh. Hehe..

DSC00130

Terakhir, anak-anak diajak menjadi pengusaha kuliner. Mereka diajak bikin pancake. Walah, pada berebut ngasih topping kesukaan dan langsung nyaaammm…Makan lagi.

DSC00173

DSC00192

Udah ah, capek. Tapi, para bocil masih seger buger. Nggak ada raut wajah kelelahan. Padahal, sudah pukul 14.00. Mereka malah pengin ikut yang paket adventure. Jiyaaah…lain kali aja ya kids.

Memang sih, saya aja yang orang tua betah banget di Kampoeng Kidz, apalagi anak-anak. Eh, mereka bawa banyak buah tangan, ada history book dan foto-foto selama beraktivitas. Seruuuu….

 

Selamat Natal dan Tahun Baru

EdoMitaGita mengawali tahun 2016 dengan berziarah ke Pohsarang, Kediri. Bukan cuma ziarah, kami juga mengunjungi saudara di sana sekaligus nyekar ke makam beberapa eyang dan eyang buyut yang lokasinya berada di satu kawasan dengan tempat ziarah itu.

Saya pikir, merayakan tutup tahun di sebuah desa di Kediri itu akan terasa sunyi dan sepi. Tapi, ternyata tidak. Rameee…Apalagi, misa tutup tahun yang diadakan di Gua Maria Lourdes Pohsarang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Vincetius Sutikno Wisaksono. Jadilah, misa tutup tahun yang dimulai tepat pukul 00.00 dihadiri oleh ribuan umat Katolik.

Sebelum misa, pada 31 Desember pukul 23.00 umat yang sudah berkumpul di area gua Maria mulai melantunkan doa doa. Hingga beberapa menit sebelum tengah malam, seorang pastor yang ikut memimpin misa, mengajak kami untuk kembali merenungkan pergantian tahun yang sarat akan makna.

Tepat tengah malam, kami pun serentak membunyikan terompet sambil memberikan salam selamat tahun baru kepada orang-orang yang ada di sekitar. Tak lupa, menikmati kembang api. Cantiiik…

Misa pun baru dimulai sekitar 00.15 dengan dipimpin oleh uskup dan empat romo. Sayangnya, EdoMitaGita nggak ikutan misa. Mereka nggak kuat menahan kantuk. Bobok lah mereka di penginapan.

Padahal, sorenya, mereka udah bersikukuh pengen ikutan misa tutup tahun, lha kok pas diajak, malah bobok nggak mau bangun. Hadeeeh…

DSC002741 Januari pagi: Mita, Descha, ibu dan Gita, Edo di depan gua Maria Lourdes, Pohsarang.