Makanan jadi salah satu kebutuhan yang merepotkan di kala bepergian bareng anak kecil. Kita sebagai orang tua harus bisa memilihkan makanan yang sehat, bersih, sesuai selera mereka, dan harga terjangkau. Nah, ketika bepergian ke Jogjakarta selama empat hari, ada beberapa tempat makan yang saya kunjungi. Dan, menurut saya sih cukup kids friendly.

 

The House of Raminten, Kotabaru

Sebagian besar wisatawan yang ke Jogja, menjadikan The House of Raminten sebagai jujukan buat kulineran. Saya juga begitu. Sekitar tahun lalu main ke Jogja, sempat makan di sini. Kemudian, Maret lalu ya mampir ke sini juga. Malah, dalam empat hari stay di Jogja, hampir tiap hari milih makan di situ. Kalau nggak dine in, ya pake jasa layanan online buat beliin makanan di situ. Haha…sama aja kaannnn…

Anak-anak cocok tuh sama makanan di The House of Raminten. Bubur ayam, nasi ayam goreng, nasi bakar tuna, sate jamur. Semuanya pas di lidah kami. Menunya beragam dan resto ini buka 24 jam. Kok ya pas, hotel yang kami tempati ketika liburan kemarin, nggak jauh dari resto itu. Hehe…

 

Lotek Teteg

Makanan pertama ketika mendarat di Jogja kemarin, ya lotek Teteg ini. Menurut suami, lotek ini paling nikmat se-Indonesia Raya. Selama tinggal di Jogja ketika SMA dan kuliah, suami jadi pelanggan setia makanan khas Jogja ini. Kebayang dong ya udah berapa tahun lotek itu. Lokasinya di Jalan Argolubang No 184, Baciro, Jogjakarta. Cuma 500 meter dari Stasiun Kereta Lempuyangan.

Karena penasaran, saya pun mencobanya. Mmm…bumbu kacangnya melimpah, gurih, manis, enak di lidah saya. Untuk tingkat kepedasan bergantung selera. Trus, porsi sayurnya juga nggak pelit dan komplet. Ada kacang panjang, kubis, kecambah, dan beberapa sayuran hijau yang saya nggak tau namanya. Hehe…

Entah karena laper atau memang doyan, EdoMitaGita lahap menyantap lotek teteg. Mereka suka bumbu kacangnya. Cuma waktu itu, kami membelinya melalui online delivery.

6

 

Manggar Manding

Sepulang misa sore dari gereja Ganjuran menuju ke tempat menginap di daerah Pakualaman, Jogja, kami mampir di resto Manggar Manding untuk makan malam. Lokasinya di pinggir jalan Parangtritis Km 11,5. Jadi nggak susah menemukannya.

Tempatnya luas, cozy, dan instagrammable. Anak-anak bisa seru-seruan foto di beberapa spot. Untuk menunya yang jadi andalan ya gudeg manggar. Beda dengan gudeg pada umumnya. Gudeng manggar berbahan dasar bunga kelapa yang masih muda. Rasanya nggak terlalu manis, melainkan gurih. Menu lain, ada bakmi, chicken gordon manggar with spinach rice, dan brongkos. Minumnya, kami pilih teh poci…srupuuut…

 

Bale Sambal

Kami melipir ke Bale Sambal di Jl Parangtritis, Bantul ini dalam perjalanan menuju ke Ganjuran. Seperti namanya, menu yang ditawarkan pun sambelan. Tapi, tingkat kepedasannya bisa request, kok. Dan buat anak-anak, saya pilihkan sayur asem dan tahu/tempe goreng. Ada lagi menu lain yang pas di lidah mama saya, yaitu nasi sayur lodeh-nya.

 

Soto Kadipiro

Awalnya karena penasaran lantaran ada beberapa gerai Soto Kadipiro di sepanjang jalan dari Bantul ke Kota Jogja. Apalagi perut sudah keroncongan lantaran belum makan siang. Akhirnya kami memutuskan berhenti di salah satu depot Soto Kadipiro. Menu utamanya pasti soto ayam.

Meski sudah ada suwiran ayam di dalam semangkuk soto, di meja tetap disediakan potongan ayam goreng di piring. Juga ada telur asin. Menurut saya sih, rasa sotonya standar. Bahkan, lebih sedap soto ayam di Surabaya. Tapi, ya selera, sih. Cuma untuk anak-anak lebih cocok lantaran kuahnya lumayan segar dan gurih.

soto

 

Bakmi Miroso Sayidan

Depot Chinese food Ini wajib coba. Lokasinya persis di samping Hotel D’Senopati tempat saya menginap. Menurut saya masakannya sedap. Ada bakmi, capcay, fuyunghai, nasi goreng, dan masih banyak lagi. Pas kok di lidah kami. Apalagi anak-anak, langsung tandas tak bersisa.

bakmi

 

Kalo dua resto di bawah ini, yang doyan ya ibuk bapaknya. Anak-anak masih belum mau makan gudeg tuh.

 

 

Gudeg Yu Djum

Kalau Gudeg Yu Djum, Wijilan ini, tiada duanya. Setiap kali ke Jogja, tak lupa ke mari untuk mencicipi gudegnya yang sudah terkenal enak itu. Sayangnya, anak-anak kurang cocok dengan masakan gudeg. Jadi, saya sudah menyiapkan makanan lain untuk mereka.

 

Lesehan Pak Teguh

Lesehan Pak Teguh yang terletak di seberang Hotel Melia, Jogja ini legendaris dah. Bukanya pas malam sampai dini hari. Tempatnya di emperan toko dan kita duduk lesehan. Gegara suami yang pengin nostalgia dengan menu nasi goreng babi di situ, saya juga ogah nemenin. Ketika ke sana, wedeeew…rame anak-anak nongkrong. Menu yang ngehit ya nasi goreng babi. Rasanya? Kata suami sih istimewaaaah. Nasi goreng dengan topping babi kecap dan telur ceplok. Porsinya gede, babi kecapnya banyak. Eh, meskipun ada babinya, harganya relatif murah. Cuma 12 ribu seporsi.

nasgor