Terpukau Hotel Bintang Tujuh (Dubai Part 1)

Awal 2016 lalu, saya sempat ngetrip ke Dubai. Tapi sayang nggak bawa anak-anak. Padahal, kalau bawa anak-anak, seru loh. Banyak destinasi keren yang bisa dimasukkan dalam daftar must visited buat anak-anak usia SD ke atas. Mumpung mau liburan akhir tahun nih, kenapa nggak cuss ke Dubai.

 

Perjalanan selama sekitar 8 jam dari Jakarta-Singapura-Dubai, cukup melelahkan. Tapi, langsung segar kembali ketika disambut dengan udara malam yang sejuk menyentuh kulit tubuh. Sebenarnya, perut belum lapar sangat. Namun, staf dari Dubai Tourism Board yang mengundang saya dan rombongan media Indonesia tetap mengajak kami makan malam di sebuah resto India. Beruntung, hidangan yang disajikan rasanya pas di lidah.

mydubai1

Setelah itu, kami pun diantar untuk beristirahat di Hotel JW Marriott Marquis yang ditetapkan dalam Guinness Book of World Records sebagai hotel tertinggi di dunia. Soal kenyamananya sudah tak perlu dipertanyakan lagi. Paling bingung kalau pas sarapan. Menu makanannya bervariasi, mulai masakan Italian, Japanese, Chinese, Indian, dan Arabian, vegetarian, non vegetarian, semua ada.

Hari pertama trip di Dubai, kami diajak ke Burj Al Arab. Bentuk struktur bangunan ini dirancang menyerupai bentuk kapal berlayar. Hotel ini sering disebut-sebut sebagai hotel bintang tujuh karena layanan dan fasilitas yang diberikan sangat mewwwaaaaaahhh.

mydubai3

mydubai4

mydubai5

mydubai10

Semua kamar di hotel itu terdiri atas dua lantai. Di lantai satu ada ruang tamu, ruang makan, dan ruang kerja. Sedangkan lantai atas ditempati ruang tidur dan kamar mandi. Bahkan, Royal Suite seluas 780 m2 yang harganya puluhan juta rupiah per malam ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan pribadi, bioskop pribadi, hingga lift pribadi.

Soal view nya, nggak usah ditanya deh. Seluruh ruangan hotel bakal mendapatkan sea view Teluk Persia yang cantik.

OK1

Puas berkeliling di Burj Al Arab, kami menuju ke Dubai Mall. Dengan luas area 1.124.000 meter persegi, Dubai Mall dinobatkan sebagai pusat perbelanjaan terbesar di dunia. Surganya para shopaholic. Ribuan produk branded bisa didapatkan di mal ini. Apalagi ketika kami dibawa ke Level Shoe District. Ada lebih dari 40 butik sepatu. Koleksinya juga bervariasi, mulai high heels sampai sepatu sport.

mydubai6

mydubai8

Di dalam Level Shoe juga tersedia resto, personal shoe styling, feet therapy, shoe maker, dan shoe repair. Khusus di shoe repair, tersedia berbagai aksesori, warna, dan model untuk menjadikan sepatu bekasmu kelihatan ’’new.”

Keluar dari Dubai Mall, kami masuk ke Mall of Emirates. Shopping lagi? Ow, tidak. Kali ini kami mau main salju di Dubai Ski yang ada di dalam mal itu.

Tunggu ya di postingan berikutnya…

Iklan

One thought on “Terpukau Hotel Bintang Tujuh (Dubai Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s