Hindari Tempat Indoor, Pilih Main-Main di Alam

Anak-anak memang makhluk paling kreatif. Sebagai orang tua, seringkali kita dibikin  kewalahan menghadapi mereka. Termasuk juga saya dengan tiga anak yang sangat aktif.

Untuk menyalurkan keaktifan anak-anak, saya memilih mengajak mereka bermain. Mengapa bermain? Menurut para ilmuwan, bermain adalah bagian integral untuk mengembangkan otak dan tubuh yang sehat.

Satu studi pada 2011 dari sepasang psikolog Norwegia menyimpulkan bahwa mengambil risiko (dan mengatasinya) saat bermain merupakan bagian penting dari perkembangan anak. Dengan demikian, taman bermain di mana anak-anak bisa memanjat tinggi, berputar cepat, dan berpotensi si anak terluka karena jatuh, membuat perkembangan masa kanak-kanak mereka lebih baik. Beragam aktivitas bermain juga penting untuk menjaga anak tetap aktif, yang meningkatkan keterampilan motorik dan memerangi obesitas masa kecil.

Karena itu, saya sangat detail dalam memilih mainan maupun tempat bemain untuk anak-anak.

Untuk mainan, saya lebih memilih yang tanpa baterai. Kenapa? Lebih hemat. Haha… Selain itu, mainan dengan baterai tuh manjain anak-anak. Effort-nya minim banget. Jadilah, saya pilih mainan seperti puzzle, board games, main tali, boneka, masak-masak, dakon, drum-drum-an, pokoknya yang serbamanual gitu deh. Malah, kalau perlu, bikin mainan sendiri.

Yup, kadang, saya dan anak-anak bikin mainan sendiri, sih. Misalnya, pesawat dari kardus bekas, sudoku dari karton, gitar dari kardus sepatu. (tutorialnya diceritain kapan-kapan ya).

Agak ribet sih. Tapi dengan gitu, energi mereka sedikit tersalurkan.

Kalau untuk tempat bermain, saya lebih suka yang outdoor dibandingkan indoor, apa lagi mal. Sebisa mungkin saya menghindarkan anak-anak bermain di mal. Kenapa? Mmm…wahana permainan di mal kesannya kok cemen banget ya? Kurang greget, kurang menstimulasi anak jadi lebih kreatif, gitu. Belum lagi, lingkungan di mal yang menurut saya kurang sehat. Bayangin, di dalam ruangan dengan berjuta orang yang bisa jadi membawa virus entah apa namanya itu. (Ya…mungkin saya aja yang sih lebhay).

Karena itu, kalau di Surabaya, saya suka bingung dengan arena permainan buat anak. Mau nggak mau saya ajak mereka ke taman kota. Oia, Surabaya punya banyak taman kota. Proud of Wali Kota Surabaya…

Ada beberapa taman kota di Surabaya yang sudah pernah kami jelajahi. Yaitu, Taman Jangkar di Jambangan, Taman Bungkul di Raya Darmo, dan Taman Persahabatan di daerah Gubeng. Murah meriah. Mareka pun merasakan keseruan tersendiri dalam bermain.

Taman Persahabatan, Gubeng Surabaya

Oia, ada lagi, saya pernah juga ajak mereka main di Kebun Binatang. Sejumlah permainan ada di KBS. Enak nih di KBS. Suasananya lumayan adem dengan pepohonan yang cukup rimbun untuk ukuran Surabaya.

Kebun Binatang Surabaya, salah satu spot yang adem di tengah Kota Surabaya

Satu lagi, mereka paling suka berenang. Cuma, sayangnya di Surabaya belum nemu kolam renang yang airnya seger dan bebas kaporit. Alhasil, setelah berenang, anak-anak pada bersin-bersin dan mata pedih. Duh.

Kalau udah bosen dan nggak ada pilihan tempat bermain di Surabaya, saya pun mengajak mereka main ke luar kota. Favorit anak-anak ya ke Batu. Hihi…

Di Batu, bisa puas deh mereka bermain di alam terbuka. Paling sering ya ke Selecta. Permainannya komplet banget di sana. Ada flying fox, taman bunga, waterpark, becak air, kora-kora, ayunan, sepeda udara, berkuda. Asik kan.

Puas mainan di Selecta, anak-anak langsung minta istirahat di hotel. Pilihannya kali itu ke DeView Hotel. Lokasinya di Jl Raya Selecta No 157. Kalau dari tempat wisata Selecta ke arah Kota Batu, sekitar lima menit di sisi kanan jalan.

Kami sudah pernah dua kali bermalam di sana. View nya cakep. Cuma kolam renangnya kecil, sih. Tapi ya namanya anak-anak, tetap aja heboh kalau nemu hotel yang ada kolam renangnya. Hehe…

Waktu itu, kami pernah booking tipe family room yang terdiri atas 1 kamar single dan 1 kamar twin lengkap dengan dua kamar mandi. Ada juga fasilitas mini kitchen dan living room yang luas. Pas buat saya-suami dengan tiga anak dan satu keponakan plus opa-oma.

Untuk master room, kamar mandinya dilengkapi juga dengan bathtub. Jadi, bisa melepas penat sambil berendam air hangat di situ. Nyeess…

Pagi-pagi dari kamar, langsung disuguhi view pegunungan yang cantik, siapa yang nolak, coba? Ditambah lagi dengan menikmati secangkir kopi hitam di balkon. Itu tuh, kayak opa dan Gita. Santaaiii…

bangun pagi disuguhi view macam gini, siapa yang nolak?

Balkon

Cuma sayang, menu breakfast-nya kurang nendang. Tapi, paling suka sama atraksi bikin omelet-nya yang pakai semburan api gitu. (Udah diubek-ubek file-nya, tapi fotonya nggak nemu. Hiks). Asiknya lagi, lokasi resto yang bersebelahan dengan playground yang asri, lengkap dengan ayunan serta kolam ikan. Kita bisa loh ngasih makan ke ikan-ikan itu. Ini nih yang termasuk salah satu favorit anak-anak kalau ke DeView. Yang pasti, untuk istirahat bareng keluarga, DeView Hotel, sangat recommended.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

One thought on “Hindari Tempat Indoor, Pilih Main-Main di Alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s