Gita Enam Bulan

Enam bulan lalu, seorang malaikat kecil hadir di keluarga kami. Kami menamainya Athanasia Paragita Candrakamala. Gita, kami memanggilnya, menambah keceriaan dalam keluarga. Kami menyambutnya dengan sukacita. Dia tumbuh sehat, tingkahnya pun menggemaskan. Nggak heran, kalau Gita jadi sasaran cubitan kecil dan ciuman gemas dari seluruh anggota keluarga. Malah, pipinya yang kayak bakpao, sering kugigit gemas. Hihihi…*yang boleh cuma emaknya loh*
Setelah dua bulan saya cuti, agak berat meninggalkan Gita untuk kembali ngantor. Tapi, saya harus menjalaninya. *Semua terasa berat di awal*
Meskipun meninggalkan Gita untuk kerja, saya tetap memberikan ASI eksklusif hingga sekarang di usia 6 bulan. Saya sempat nggak pede bisa sukses ASI eksklusif. Yah, usia udah kepala tiga lebih (nggak ngaku tepatnya), katanya sih produktivitas ASI berkurang. Selain itu, ngurus anak tiga, pasti lebih ribet. Beda kan ya kalau pas anak pertama dan kedua dulu. Belum lagi porsi kerjaan yang lumayan bikin stres. (kerja mana coba yang nggak bikin pusing)?
Tapi, karena niat, ya harus bisa.
Berawal ketika lahiran RSIA Kendangsari Surabaya yang sangat pro ASI, melalui persalinan normal, adek Gita dapat IMD. Meski ASI belum keluar, para suster dan dokternya tetap kasih support. Saya bisa dapat fasilitas room in dengan Adek. Jadi, dia bisa menyusu saya kapan aja dia mau. Otomatis, itu merangsang ASI untuk cepat keluar juga. Puji Tuhan, di usia Gita tiga hari, ASI sudah keluar lancar.
Ketidakpedean kembali melanda ketika harus kembali kerja dari cuti dua bulan. Awalnya, saya masih lancar menyiapkan ASI perahan. Tapi, ketika dedek masuk usia empat bulan, entah kenapa, ASI jadi irit banget keluarnya. Huaaah…sampai stres saya. Bayangin, sejam merah ASI, cuma dapat 100 ml. Biasanya, 30 menit aja sudah 150-200 ml. Cerita soal merah ASI di tempat kerja bisa diintip di sini
Untunglah, ada mama saya yang melihat kondisi itu dengan tenang. (biasanya orang tua malah nyuruh nyuruh kita untuk ngasih tambahan susu formula). Beliau malah menggelontor saya dengan sayur-sayuran, kacang-kacangan, bahkan membuatkan jamu-jamuan alami. *makasih mamaku sayang*
Ya, bisa jadi karena stres pekerjaan kantor, ASI jadi kurang lancar. Setelah mencoba rileksasi, ASI pun kembali lancar. Puji Tuhan. Gita jadi anak sehat dan daya tahan tubuhnya cukup bagus.

Gita lucuuu…masuk usia tiga bulan, dia sudah bisa diajak main, sudah tengkurap-tengkurap, dan nggelundung nggelundung. Hehe…Kedua kakaknya sering berebutan untuk bisa mencuri atensinya. Haha…Mereka berlomba bisa membuat Gita tertawa. Soalnya, kalau ketawa makin gemesiiin…
Oia, kalau kebanyakan ibu yang baru melahirkan, bakal kurang tidur lantaran si baby suka bangun di malam hari. Saya malah suka bangunin Gita kalau malam untuk nenen. Lha kalau malam, Gita boboknya nyenyak banget. Biasanya mulai pukul 21.00-04.00 pagi. Hihi…
Pernah nih, saya ikutan kebablasan tidur juga. Bangun-bangun sekitar pukul 04.00 pagi. Duh, rasanya payudara keras plus cenut-cenut.
Masuk usia enam bulan ini, Gita udah makin pintar. Sudah ngerti, kalau ditinggal sendirian, nangis. Kalau pegang mainan dan diambil, marah. Kalau diajak cilukba, ketawa ngakak. Wkwkwkwk…

Gita sayang, Gita pandai, mmmuuuahhh…

DSC00231

Iklan

4 thoughts on “Gita Enam Bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s