Tarian Mita

Duh, suka sirik ngeliat orang yang gape main musik atau bertalenta seni lainnya. Lha saya? Suara fales, menari gerakannya kaku, main piano cuma beginner, menggambar hanya bisa gambar gunung. Payah deh saya. Hihihi…
Makanya, ketika Edo suka piano, saya langsung masukin dia ke tempat kursus piano ketika usianya hampir 5 tahun. Ambisi emaknya juga sih sebenarnya. Eh, tapi nggak salah, ternyata Edo juga enjoy dengan pianonya, kok.
Bahkan, pernah menang lomba juga. Ceritanya di mari
Dia suka coba-coba mainin lagu-lagu di luar buku latihannya. Yah, meskipun cuma pake feeling tanpa not balok.

Nah, kalau Edo (saya) pilih (kan) untuk kursus piano, Mita beda lagi. Karena dia nggak betah duduk berlama-lama mainan piano, saya pun mengurungkan niat untuk ikutin Mita kursus piano. Dia memang keliatan lebih demen menari ikutin irama lagu sambil menyanyi gitu.
Hmm..sepertinya diikutin sanggar tari lebih pas ya. Setelah nyari-nyari yang dekat dengan rumah, akhirnya nemu Spectra Dance Studio.
Ada beberapa alasan kenapa saya milih tari tradisional untuk Mita. Saya pengen mengenalkan pada Mita budaya negeri sendiri. Pengen membiasakan telinganya pada gending-gending Jawa juga. Malu kan ya ketika para bule bersemangat belajar tarian Indonesia, kita malah nggak aware dengan budaya sendiri.
Alasan lainnya, biar Mita rutin berolahraga. Emaknya yang khawatir anak gadisnya overweight. Gerakan menari ternyata mirip olahraga. Ada lompat-lompat, jalan jinjit, mendak (gimana ya diskripsinya), dan sebelum menari, mereka juga melakukan pemanasan supaya lentur.

Angkat Badannya...Hop

Angkat Badannya…Hop


Oia, ikut di sanggar tari itu juga sebagai ajang sosialisasi bagi Mita yang sampai sekarang mengenyam home education.
Latihan yang hanya seminggu dua kali, Sabtu dan Minggu dirasa kurang oleh Mita. Dia kerap minta latihan nari sendiri di rumah. Aih, senengnya Adek Mita menari. Sampai sekarang, Mita sudah belajar tari dongklak, semut, dan rampak.
Karena masih usia empat tahun, Mita belum wajib ikut ujian tari. Baru pada usia tujuh tahun, sanggar mengharuskan peserta didiknya untuk ikut ujian tari.

Tarian Mita memang belum sempurna. Namun, dia sangat menikmati setiap gerakannya. Membiarkannya berekspresi, menari sepenuh hati mengikuti iringan musik.

Adek Mita Paling Imuuuttt

Adek Mita Paling Imuuuttt

Iklan

10 thoughts on “Tarian Mita

  1. Wah, seru sekali sih kakak Edo dan adek Mita di berikan kegiatan yang mengandung nilai seni nya 🙂

    Pasti pada seneng deh yah, kelihatannya sih semangat tuh latihannya 🙂

    Kayla disekolahnya ikutan ekskul angklung & gamelan tuh mbak, lumayan lah soalnya emak nya juga gak punya jiwa seni sama sekali hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s