Saat itu masih pukul 03.00 pagi. Kantuk masih menyergap. Tapi, kami harus berkemas menuju ke Pantai Lovina. Dari penginapan di kawasan Kuta, Bali, perjalanan menuju ke Pantai Lovina yang terletak di Utara Pulau Bali ini memakan waktu kurang lebih 2,5-3 jam.
EdoMita pun tak ketinggalan ikut dalam aksi ’’berburu’’ lumba-lumba langsung dari habitatnya di Pantai Lovina. Hehe…
Karena duo krucil terbiasa sarapan, saya pun sudah menyiapkan bekal roti tawar, telur rebus, dan susu untuk mengganjal perut sementara. RIbet? Iya sih. Tapi, daripada mereka sakit gegara nggak sarapan.
Kondisi jalan dari Kuta menuju Pantai Lovina berkelok-kelok. Jadi, kalau nggak kuat, kadang bikin pusing juga. Sebaiknya, disiapin aja minyak angin untuk jaga-jaga kalo mabok.
Sampai di tekape sekitar pukul 06.00 pagi. Untuk melihat langsung lumba-lumba memang disarankan pagi sampai kira-kira pukul 09.00. Dari pantai, kita masih harus menyewa perahu kecil atau jungkung menuju ke tengah laut.
Beruntung, kami sudah di-booking-kan perahu lebih dulu oleh jasa tur travel Athana Tour And Travel – PT Abizar Wisata. Dengan gitu, kami nggak perlu antre dan nyari-nyari perahu lagi.

Ternyata, nggak semudah perkiraan menemukan lumba-lumba yang bermain-main di tengah laut. Kita mesti jeli melihatnya. Saat itu memang pengunjung pantai Lovina yang ingin melihat lumba-lumba sangat padat. Maklum, lagi musim liburan. Sebenarnya, kasian juga sih lumba-lumbanya. Mungkin stres atau ketakutan ya karena diburu oleh banyak orang yang ingin melihat langsung.
Setiap kali gerombolan lumba-lumba muncul, perahu-perahu langsung mendekati mereka. Alhasil, mamalia cerdas itu masuk lagi ke laut. Yaaaah…
Hal ini bisa jadi tips bagi pengunjung Pantai Lovina yang ingin melihat langsung atraksi lumba-lumba di habitatnya. Sebaiknya, hindari saat musim liburan.

Saat yang tepat Berburu Atraksi Lumba-Lumba
Saat yang tepat Berburu Atraksi Lumba-Lumba
Itu lumba-lumbanyaaaa...
Itu lumba-lumbanyaaaa…
Kok Emaknya yang Mejeng? *gagalfokus*
Kok Emaknya yang Mejeng? *gagalfokus*
Iklan