Lagi-Lagi Harus Minum Susu Kedelai

Waduh, apa lagi nih, bintil-bintil merah muncul di sekujur tubuh Edo. ’’Gatal bu…” keluh Edo sambil menggaruk-garuk badannya. Belum lagi, dia batuk dan bersin berkali-kali. Dia bener-bener tersiksa. Kejadian itu dialami Edo setelah aku kasih susu formula sapi.

Sejak usia 1 tahun, Edo sudah lepas ASI. Untuk pendamping, kuberikan sufor sapi. Ternyata…tubuhnya nggak tahan dengan kandungan protein di dalam susu sapi. Akhirnya, Edo dianjurkan untuk minum susu kedelai oleh DSA-nya.

Pernah memasuki usia tiga tahun Edo kucoba dengan sufor sapi lagi. Setelah beberapa hari mengonsumsi, Edo mengalami batuk pilek hebat. Akhirnya, balik lagi ke sufor soya.

Demikian juga pada sang adik. Selepas ASI di usia 2 tahun, Mita kucoba dengan minum sufor sapi. Ternyata si dedek nggak doyan. Bahkan, dimuntahkan. Ow, mungkin nggak cocok rasanya. Akhirnya, kucoba susu sapi UHT. Beberapa kali minum, si dedek mencret-mencret. Lagi-lagi, sama DSA-nya dianjurkan minum susu soya.

Sekarang Edo sudah menginjak usia 7 tahun dan Mita usia 4 tahun. Kalau terus-terusan minum sufor soya, saya mikir-mikir lagi nih. Tahu sendiri kan, sufor soya harganya lebih mahal dibandingkan dengan sufor sapi. Akhirnya, saya coba berlangganan susu kedelai. Eh, ternyata jatuhnya lebih mahal juga. Belum lagi, higienitasnya masih diragukan pula.

Coba deh bikin sendiri susu kedelai. Dua tiga kali saya masih sanggup. Setelah itu, give up deh. Ribetnya itu loh.
#Dasar saya emak nggak sabaran, langsung mutung deh bikin susu kedelai dengan cara manual gitu#

Ya sudahlah, saya putuskan untuk beli sufor soya diselingi susu kedelai cair. Apalagi, sekarang saya lagi hamil, tentu butuh nutrisi tambahan dari kedelai yang kaya kandungan asam folat, vitamin, protein dan lemak nabati.

Sampai suatu hari pas ke rumah teman, dia lagi bikin susu kedelai pakai soy milk maker keluaran Philips. Dengan alat itu, bikin soy milk jadi lebih gampang. Tinggal cemplang-cemplung semua bahan, pencet tombol start, tunggu sekitar 30 menit, dan jadi deh susu kedelai hangat. Yummy…

Tapi, harganya? Hmm…mesti nabung-nabung dulu deh. Syukur-syukur kalau ada yang mau kasih kado soy milk maker itu. *colek bapaknya krucil* yang masih dinas di Jakarta.

Pengen kado ini nih. Sumber foto Philips.com

Pengen kado ini nih. Sumber foto Philips.com

Mupeng banget tahu-tahu besok dapat pengiriman barang dari Jakarta, isinya Philips Soy Maker. Eh, tapi, kirimnya harus pakai JNE lho ya. Barang pasti aman dan sampai dengan selamat.

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Kado yang Aku Mau-nya Mami Ubii

JNE

Iklan

4 thoughts on “Lagi-Lagi Harus Minum Susu Kedelai

  1. Terima kasih atas partisipasinya, Mak. Aduh kece amat, baru kali ini liat barang kayak gitu. Kemana aja akuh -___- Btw, Mak pernah nyicip susu kedelai Serasi di Bandungan nggak? Enaknya luar biasaaaahhhhhhhhhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s