Semester 1

Desember lalu, Edo sudah terima rapot. Hasilnya? Bikin geli. Dari 40 siswa, Edo masuk urutan nomor 14. Haha…Duh, tepok jidat. Masa sih, SD cuma di urutan ke-14. Paling nggak, kalau SD kan masuk 5 besar lah.
Itu pikiranku sebagai ibunya. Lha Edo? Boro-boro tahu urutan peringkat. Rapotan aja dia masih nggak ngeh. Raport itu untuk apa, dia nggak peduli tuh.
Boro-boro raport, hasil ulangan aja dia cuek tuh. Entah dapat 80 atau 100, respons nya biasa aja. Haha…
Yah, biarpun di urutan ke 14,
Biarpun nggak ada ulangan, Edo belajar setiap hari sama oma. Dan serunya, Edo belajar tanpa paksaan loh.
Pernah nih, ketika besoknya tanggal merah, Edo nanya ke oma, Oma, Edo hari ini belajar apa? Hehe…
Tapi, kalau hari Sabtu tiba, jangan dipaksa Edo untuk belajar. Nggak bakal mau deh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s